ADHD Bukan Penghambat, Gadis Asal Malang Hasilkan Karya Bernilai Jutaan

Athaya Ketika Mengikuti Malang Fashion Week 2023 yang Diselenggarakan Bank Indonesia (Gambar diambil dari Instagram Athayaarts)

DIORAMALANG.COM, 14 MARET 2024 – Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan mental yang kerap kali terjadi pada anak-anak. ADHD menyebabkan seseorang sulit fokus dan memiliki perilaku impulsif. Biasanya keadaan ini berdampak pada kehidupan sehari-harinya. ADHD juga sering kali memengaruhi kualitas prestasi anak di sekolah. Meski begitu, hal ini tidak membuat Athaya berhati kecil dan putus asa.

Athaya Putri Nirwasita adalah seorang remaja yang berasal dari kota Malang. Dilansir dari Liputan6.com, Athaya didiagnosis menderita ADHD, Slow Learner, dan Dyscalculia. Ketiga kondisi ini memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan gadis kelahiran Malang 6 Juli 2005 ini, termasuk dalam kemampuan bicara atau yang dikenal sebagai speech delay.

Gejala speech delay pada Athaya terlihat dari kesulitan dalam mengungkapkan diri dengan menuturkan percakapan secara lancar dan teratur. Ia sering mengalami kesulitan dalam merangkai kalimat yang koheren dan memilih kata-kata yang tepat. Hal ini mengakibatkan Athaya mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain, dan cenderung mengalami frustasi saat berkomunikasi baik secara lisan maupun tertulis.

Selain speech delay, Athaya juga menghadapi tantangan dalam belajar dan memahami materi pelajaran. ADHD dan Slow Learner menyebabkan kesulitan dalam konsentrasi, pemrosesan informasi, dan membaca dengan baik. Ia membutuhkan waktu yang lebih lama dalam memahami konsep-konsep pelajaran dan sering kali mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah.

Potret Athaya Putri Nirwasita Kecil (Gambar diambil dari Instagram Athayaarts)

Diagnosis terakhir yang diterima oleh Athaya adalah Dyscalculia, yaitu gangguan pembelajaran yang berhubungan dengan kesulitan dalam memahami dan menggunakan konsep matematika. Athaya mengalami kesulitan dalam mengingat urutan angka, mengerjakan operasi matematika dasar, dan memahami konsep-konsep matematika yang lebih abstrak.

Kendati memiliki keterbatasan, rupanya Athaya diberkati dengan kemampuan yang luar biasa. Dikutip dari IDN Times, Athaya kecil suka sekali meniru kegiatan yang dilakukan oleh kakaknya mulai dari menggambar, menari, hingga modelling. Sang ibu, Isa Maisah kemudian berusaha menggali potensi yang dimiliki Athaya.

Proses penggalian potensi ini tentu tidak mudah, ada upaya khusus yang dilakukan oleh Isa Maisah sejak Athaya masih kecil. Salah satunya adalah dengan melakukan terapi yang darinya Athaya sukses mengendalikan emosi, serta paham dan menerima kondisi khusus yang ada pada dirinya. Sang ibu juga kerap menyertakan Athaya pada kegiatan non akademik yang dilakukan oleh kakaknya. Dari situ akhirnya Athaya mulai meniru kegiatan kakaknya seperti piano, menggambar, menari, hingga modelling.

Athaya kemudian mulai menunjukkan bakatnya pada seni lukis. Hal ini ditandai dengan kegemarannya menggunakan cat warna. Isa Maisah membantu dengan menyediakan alat-alat dapur sebagai media lukis. Karena Athaya memiliki keterbatasan motorik halus, ia tidak dapat menggunakan kuas yang biasa digunakan untuk melukis. Namun, Isa mempercayai kepada Athaya dan menggunakan alat-alat dapur seperti piring, sikat, pisau plastik, dan sendok sebagai alat lukis. Hasil lukisan Athaya yang menggunakan alat-alat dapur ini menjadi unik dan artistik.

Isa Masiah dan Athaya Bersama Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur Pada Peringatan Hari Jadi Ke-78 Provinsi Jawa Timur (Gambar diambil dari Instagram Athayaarts)

Karya lukisan Athaya kemudian diterapkan ke produk desain seperti scarf, syal, hijab, bucket cap, sepatu, dan tas. Dia juga mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang turut membeli produk brand lukisan milik Athaya. Athaya telah menghasilkan lebih dari 50 karya lukisan. Ia juga menyabet berbagai penghargaan

Oleh Times Indonesia, Athaya Putri Nirmala dinobatkan sebagai “Woman of The Year 2023” untuk wilayah Malang Raya oleh Anugerah TIMES Indonesia. Siswi SMK Negeri 2 Kota Malang ini disebut sebagai seorang pelukis berbakat yang mampu menghadapi keterbatasan sebagai penyandang ADHD Slow Learner Dyscalculia dan berhasil menyita hati para juri.

Melalui berbagai tantangan dan rintangan hidup, Athaya tetap gigih dan bersemangat dalam menjalani hidup khususnya dalam mendalami seni lukis. Dukungan dari keluarga, teman-teman, dan tenaga medis sangat penting dalam membantu Athaya mengatasi kesulitan-kesulitan yang ia hadapi. Athaya adalah seorang contoh inspiratif bagi banyak orang, bahwa meskipun menghadapi kesulitan, kita tetap mampu menggapai impian dan menjadi diri kita yang terbaik. (Rof)

Penulis: Rofidah Noor
Editor: Shofiyatul Izza W.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.