Pura Luhur Giri Arjuno, Wisata Religi di Kota Wisata Batu

Pintu Masuk Menuju Pura Luhur Giri Arjuno (Gambar diambil dari Paket Wisata Bromo)

DIORAMALANG.COM, 28 FEBRUARI 2024 – Halo Ker! Berbicara mengenai aneka wisata di Kota Batu tentu di dalamnya sangat beragam, mulai dari wisata edukasi, agro wisata, hingga ekowisata. Tidak heran jika kota ini memiliki julukan Kota Wisata Batu (KWB). Wisata yang disajikan selalu membuat para pengunjung terkesan dan rasa ingin kembali untuk berkunjung.

Kali ini kita akan mengulik mengenai wisata religi yang berlokasikan di Kota Wisata Batu, Namanya Pura Luhur Giri Arjuno. Pura ini merupakan salah satu pura terbesar di Kota Wisata Batu, keindahan alam yang disajikan di sekitar pura ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang beribadah di sana. Lalu ada apa saja sih di Pura Luhur Giri Arjuno? Yuk kita ulas bersama.

Keberadaan Pura Luhur Giri Arjuno ini cukup unik, lokasinya berada di Lereng Gunung Arjuno, di sekitar perkebunan apel. Tepatnya berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Uniknya Pura ini berada di ketinggian 1600 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Maka tidak heran jika pemandangan yang disuguhkan pura ini begitu indah.

Menurut (Wiana, 2007:1-3) dalam jurnal milik KK Yoga berjudul “Identifikasi Peninggalan Tantrayana di Pura Kebo Edan di Desa Pejeng, Gianyar, Bali dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA” menjelaskan bahwa masyarakat di Bali yang beragama Hindu dalam menata lingkungannya menerapkan ideologi Tri Hita Karana, yang terdiri dari Parahyangan, Palemahan, dan Pawongan. Ideologi Tri Hita Karana ini mengajarkan tentang keharmonisan manusia dengan penciptanya, manusia dengan sesamanya, dan manusia dengan lingkungan. Parahyangan yaitu tempat suci agama Hindu sebagai media untuk menghubungkan diri dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Pawongan yaitu media untuk membangun hubungan harmonis dengan sesamanya. Terakhir, Palemahan yaitu media sebagai menjalin keharmonisan manusia terhadap lingkungan sekitarnya. Dalam mewujudkan keharmonisan itulah masyarakat beragama Hindu di Bali membangun berbagai sarana yang bisa dijadikan tempat dalam melaksanakan persembahyangan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dikenal dengan Pura.

Setelah mengetahui makna pura secara umum, sekarang mari kita ketahui tentang Sejarah Pura Luhur Giri Arjuno yang berada di Kota Batu ini. Dilansir dari media Nativeindonesia.com awal berdirinya Pura Luhur Giri Arjuno dihiasi oleh konflik antara kaum muda dengan kaum tua dari daerah tersebut. Di mana kaum muda menghendaki pembangunan pura dilakukan di sisi utara dekat dengan Jembatan Krecek. Sedangkan kaum tua menghendaki di sekitar Padepokan Hyang Sarip yang berada di atas Kampung Tegal Sari. Untuk menghindari konflik yang berkepanjangan maka diambillah jalan Tengah, yakni dengan menghadirkan tokoh spiritual yang berasal dari Bali. Masing-masing kelompok membawa contoh tanah yang berasal dari rencana lokasi Pembangunan Pura.

Setelah melakukan ritual, tokoh spiritual tersebut akhirnya memilih tanah yang lokasinya dekat dengan Padepokan Hyang Sarip dengan alasan lokasi tersebut memancarkan energi positif. Selain itu, warga Hindu di sekitar lokasi percaya bahwa pada area tersebut terkubur Candi Pawon yang merupakan candi peninggalan prajurit Majapahit dan sampai saat ini masih misterius keberadaannya. Berdasarkan cerita yang beredar, pura ini diusung oleh 80 keluarga yang beragama Hindu Dharma. Di mana sebelumnya tak jauh dari lokasi Pura Luhur Giri Arjuno, telah berdiri Pura Indrajaya. Pura Giri Luhur Arjuno digunakan untuk pelaksanaan Hari Raya Nyepi, Siwaratri, dan Saraswati.

Area Ibadah Pura Giri Luhur Arjuna yang Sejuk dan Rindang (Gambar diambil dari web Suryamalang.Tribunnews.com)

Meskipun Pura ini merupakan tempat beribadah umat Hindu, namun Pura Giri Luhur Arjuno memiliki daya tarik yang sangat luar biasa, sehingga mampu menarik wisatan dan menjadi lokasi wisata religi yang diminati. Alam yang indah, panorama yang memukau, hingga udara yang sejuk dan segar menjadi faktor penting daya pikat munculnya wisatawan. Selain itu kamu juga dapat melihat perkebunan apel yang cukup luas, mengingat lokasi pura ini dekat dengan kawasan perkebunan apel. Di sekitar Pura Giri Luhur Arjuno juga terdapat pepohonan yang teduh dan rindang, suguhan tersebut tampak jelas jika kamu berada di sekitar area untuk beribadah.

Sebelum memasuki Pura Luhur Giri Arjuno diharuskan untuk meminta izin terlebih dahulu di Pelinggih Hyang Sarip tepatnya berada di depan pura. Suasana Pura Luhur Giri Arjuno yang tenang dan damai ini membuat banyak umat Hindu datang dari berbagai daerah, terlebih lagi ketika perayaan Saraswati yang biasa dilaksanakan setiap 210 hari sekali. Sehingga umat Hindu yang datang dapat beribadah dengan khusyuk.

Pura Giri Luhur Arjuno ini dapat dikunjungi oleh siapapun, baik kamu yang tidak beragama Hindu sekali pun. Namun ada catatan penting nih Ker, bagi kamu yang berniat mengunjungi pura jangan lupa untuk tetap menjaga tata krama, etika, kebersihan, dan ketenangan ketika berada di dalam kawasan pura ya. (Siw)

Penulis: Shofiyatul Izza W.

Editor: Rofidah Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.