Tunjukkan Jati Diri Melalui Pakaian Tradisi

Artikel ini berisi konten komersial dari pihak yang bekerja sama dengan Dioramalang.com

Pelestarian Budaya dengan Memakai Pakaian Tradisi Dalam Kegiatan Sehari-hari (Gambar diambil dari web Politikmalang.com)

DIORAMALANG.COM, 14 AGUSTUS 2020 – Halo Ker! Apakah kamu tahu bahwa pakaian tradisi bisa menunjukkan identitas budayamu? Jika belum tahu, maka tidak ada salahnya jika kamu mencoba menggunakan pakaian tradisi. Hal tersebut akan membuat penampilanmu terlihat unik dengan mencintai budaya lokal.

Berbicara mengenai pakaian tradisi, tentu identik dengan pakaian tradisional. Namun seiring berkembangnya zaman, ternyata beberapa pakaian modern juga bisa disebut sebagai pakaian tradisi. Seperti pakaian tradisi Malang, dimana dulu identik dengan pakaian tradisional adat Jawa dan kini Malang memiliki pakaian tradisinya sendiri salah satunya seperti Batik Malangan.

Pada dasarnya, pakaian tradisi merupakan kostum yang dikenakan selain untuk penampilan juga sebagai penunjuk identitas diri meliputi budaya, agama hingga status sosial. Bahkan lebih dari itu, pakaian tradisi juga bisa sebagai mempertahankan hingga pembentukan karakter budaya.

Ditambah lagi, Malang sebagai daerah 1000 budaya harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat guna mempertahankan budaya salah satunya melalui cara berpakaian. Hal tersebut menjadi perhatian Wali Kota Malang dimana keluar surat edaran Walikota Malang Nomor 78 Tahun 2020 tentang pakaian Dinas di lingkungan Pemerintahan Kota Malang.

“Di Pemerintah Kota Malang, Pak Walikota membuat surat edaran no 78 tahun 2020 yang meminta untuk para ASN memakai baju tradisional, yang berbudaya Jawa. Dan ini saya kira bagus, karena kita boleh maju, boleh berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Tetapi, nilai-nilai budaya, nilai-nilai yang ada yaitu nilai-nilai luhur, nilai bangsa itu harus tetap ada dalam dada kita. Jangan sampai kita kehilangan jati diri, jadi nilai-nilai haqiqi yang kita miliki sebagai sebuah bangsa terutama Jawa ini harus tetap hidup. Karena bangsa ini akan berkembang dengan pesat sesuai dengan eranya, tetapi tidak kehilangan jati dirinya, intinya itu,” ujar Bung Edi, Wakil Wali Kota Malang yang termuat dalam laporan Politikmalang.com.

Adanya peraturan tersebut menjadikan pakaian tradisi bertambah fungsinya. Mulanya pakaian tradisi hanya digunakan dalam acara-acara tertentu, namun saat ini pakaian tradisi bisa digunakan dalam sehari-hari. Dengan adanya peraturan tersebut, pemerintah Malang berharap masyarakat mampu ikut serta sebagai bentuk pelestarian.

Penggunaan Batik Oleh Jajaran Pemerintah Kota Malang (Gambar diambil dari web Bangsaonline.com)

Berdasarkan laporan dari Wilda Fizriyani kepada Republika.co.id, menjelaskan program dari Wali Kota Malang dimana menurut Wali Kota Malang, Sutiaji, imbauan pakaian adat setiap Kamis sebenarnya bagian dari penguatan karakter. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menginginkan budaya daerah tetap tertanam kuat di dalam diri warganya. Masyarakat harus bangga dengan budaya yang dimilikinya sehingga bisa terus dilestarikan.

Meskipun demikian, masih jarang ditemui para kaum muda atau remaja yang tampil sehari-hari dengan menggunakan pakaian tradisi. Hal tersebut dikarenakan adanya terpaan dari budaya luar yang bisa berasal dari pergaulan sehingga mampu merubah pola fikir para remaja dimana pakaian tradisional sudah tidak kekinian dibandingkan dengan pakaian modern.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Dewy Alifiyah Rachma, menjelaskan bahwa masa remaja yang merupakan periode transisi kehidupan manusia dari anak-anak menuju dewasa, dalamnya terdapat proses pencarian jati diri. Hal ini menyebabkan seorang remaja mudah untuk ikut atau terimbas dari hal-hal yang tengah terjadi disekitarnya (Santrock, 2012).

Jika pola fikir yang menganggap pakaian tradisi sudah tidak kekinian, maka akan membuat para remaja lebih memilih pakaian modern dengan desain yang tidak ada kaitannya dengan budaya lokal. Oleh karena itu, tidak heran jika budaya lokal masih sangat perlu diperhatikan dan dilestarikan.

Bahkan hal tersebut juga didukung oleh penjelasan dari Kholid Fathoni dan kawan-kawannya dalam Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, dimana seiring perkembangan di era modern ini, membuat generasi muda lebih tertarik pada trend yang sedang booming. Hal ini mengakibatkan mempelajari kebudayaan, khususnya pakaian adat dianggap sebagai hal yang kuno (ketinggalan jaman) dan membosankan. tentu keadaan seperti ini membutuhkan suatu inovasi dalam proses pengenalan kebudayaan agar generasi muda tidak lupa dengan keanekaragaman pakaian adat warisan leluhur yang berharga ini. Karena kekayaan akan budaya inilah yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

Nah buat kamu yang ingin tampil dengan budaya lokal, kamu tidak perlu khawatir lagi Ker. Salah satu inovasi dari usaha clothing membawakan desain berbagai budaya lokal. Tidak hanya tentang budaya Malang lo, melainkan juga budaya nusantara.

Jadi gausa lama-lama lagi, yuk cek di Instagram @Nation.ina dan segera tentukan pilihanmu untuk tampil kece dengan budaya lokal!

Penulis: Alvien Wardhana Poernomo

Editor: Rofidah Noor

2 thoughts on “Tunjukkan Jati Diri Melalui Pakaian Tradisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.