Kenal Lebih Dalam Candi Tertua di Kota Malang

Keindahan Candi Badut (Gambar diambil dari web Jejakpiknik.com)

DIORAMALANG.COM, 20 JULI 2020 – Halo Ker! Kali ini kami akan mengajak kamu untuk mengetahui sebuah tempat bersejarah atau situs bangunan bersejarah yang tetap berdiri kokoh sampai sekarang meskipun usianya lebih dari satu abad. Apalagi kalau bukan candi, bangunan dengan konstruksi unik dan tersebar luas ke berbagai penjuru daerah di Indonesia. 

Dioramalang akan membahas salah satu candi tertua di Kota Malang yang bernama Candi Badut. Candi Badut merupakan satu-satunya candi dengan relief yang secara khusus mengisahkan kehidupan tentang Resi Agastya. Untuk tahu lebih lanjut, simak penjelasannya berikut ini ya Ker!

Candi badut adalah salah satu candi yang berasal dari Kerajaan Kanjuruhan yang terletak di Kota Malang. Candi ini sudah berusia 1400 tahun. Berdasarkan Prasasti Dinoyo tahun 760 M, Candi Badut disebut-sebut dibangun untuk memuliakan Resi Agastya oleh Raja Gajayana. Resi Agastya sendiri adalah seorang Resi (orang suci atau penyair dalam agama Hindu) yang disegani dan kesaktiannya tak terbantahkan lagi.

Tidak hanya itu Raja Gajayana juga membuat Arca perwujudan dari Resi Agastya dari batu hitam. Akan tetapi arca ini tidak dapat ditemukan. Dalam penemuan hanya terdapat lingga dan yoni, simbol Siwa dan Parwati serta arca durga mahisasuramardini. Situs Candi Badut terletak di Dukuh Gasek, Kelurahan Karang Besuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Menurut Rini Agustina dan Muhammad Avief dalam Jurnal Dinamika yang ditulisnya, Candi Badut termasuk kedalam Situs Kanjuruhan yaitu peninggalan dari kerajaan Kanjuruhan. Candi ini ditemukan tahun 1921 dimana saat itu hanya berupa gundukan bukit batu, reruntuhan, dan tanah.

Orang pertama yang memberitakan keberadaan Candi Badut adalah Maureen Brecher, seorang kontrolir bangsa Belanda yang bekerja di Malang. Candi Badut dibangun kembali pada tahun 1925-1927 di bawah pengawasan B. De Haan dari Jawatan Purbakala Hindia Belanda.

Dari hasil penggalian yang dilakukan pada saat itu diketahui bahwa bangunan candi telah runtuh kecuali di bagian kaki yang masih dapat dilihat susunannya. Batu-batu yang ada disekitarnya kemudian di bedakan dan dikumpulkan berdasarkan jenis dan ukurannya.

Atas dasar inilah kemudian dicoba untuk menyusun bangunannya. Pada tahun 1926 seluruh bagunan bagian kaki dan tubuh dapat dibangun kembali, kecuali bagian atapnya yang tidak ditemukan. Berdasar strukturnya, Candi Badut dibagi menjadi tiga bagian, yakni bagian kaki. badan, dan puncak.

Bentuk kaki candi ini polos tanpa pelipit maupun ornamen yang detail. Pada sisi barat terdapat tangga selebar 1,48 m dengan delapan anak tangga. Bentuk pipi tangga ini lengkungan berujung ukel. Sedangkan pangkal pipi tangga berhias Kala Naga. Masing-masing pipi tangga bagian luar berhias Kinara (Burung Kahyangan). 

Dalam Jurnal yang ditulis oleh Laely Harum Puspitasari, Afifuddin, dan Suyeno dalam program pembangunan yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia, secara umum bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sebagaimana yang disebutkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang mempunyai tugas menyelenggrakan urusan di bidang kepariwisataan, tugas utama dinas pariwisata dan kebudayaan kabupaten Malang yaitu promosi pariwisata.

Dalam pengembangan pariwisata tidak mudah dilakukan begitu saja, melainkan membutuhkan adanya strategi promosi pariwisata yang baik yang mampu menarik wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara serta untuk membawa kemajuan pariwisata di Kabupaten Malang. 

Upaya dalam merawat Candi Badut antara lain memelihara peninggalan sejarah sebaik-baiknya, menjaga kebersihan dan keindahan dalam rangka melestarikan benda sejarah tersebut agar tidak rusak baik karena faktor alam maupun buatan, tidak mencoret-coret benda peninggalan sejarah, menjaga kebersihan dan keutuhan, wajib menaati tata tertib yang ada dalam setiap tempat peninggalan sejarah serta patuh pada aturan yang berlaku.

Menilik informasi dari web kebudayan Kemdikbud, beberapa hal perlu diketahui dari pemanfaatan situs bersejarah antara lain adalah memberikan pemasukan pendapatan negara melalui aktivitas wisata yang merupakan kekayaan dan keanekaragam budaya bangsa kita, tanda bukti sejarah yang dapat kita amati sekarang, dan sebagai alat untuk menambah wawasan untuk pengetahuan.

Sejarah panjang dari penemuan Candi Badut yang dikenal sebagai candi tertua di Kota Malang harus terus dijaga. Peran masyarakat sekitar candi dan pemerintah dalam melestarikan keutuhan situs bangunan bersejarah ini sangat dibutuhkan. Untuk itu, nggak ada salahnya Ker buat kamu masyarakat millenial untuk mengunjungi dan belajar sejarah secara langsung di situs Candi Badut ini sebagai bentuk pelestarian. (Fiq)

Penulis: Moh. Fiqih Aldy Maulidan

Editor: Rofidah Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.