Kenali Sejarah Sumber Taman, Membuat Rekreasi Menjadi Nyaman

Sumber Mata Air yang Menjadi Destinasi Wisata Sejarah (Gambar diambil dari web merdeka.com)

DIORAMALANG.COM, 11 MEI 2020 – Destinasi wisata sumber mata air di Kabupaten Malang sangat beragam sekali, dan tentu saja sebagian dari kalian pasti sudah ada yang pernah berkunjung kesana kan Ker? Pemandangan yang asri dan segarnya sumber air menjadi primadona yang selalu diagungkan oleh pengunjung, maka tak heran jika wisata sumber mata air di Kabupaten Malang selalu ramai dikunjungi. Banyaknya wisata sumber mata air di Kabupaten Malang membuat Pemerintah Daerah bergerak untuk mengelola destinasi wisata ini. Disamping itu, sumber mata air ini juga bermanfaat bagi warga sekitar sebagai alternatif pendapatan penghasilan.

Nah untuk itu, kali ini kita akan bahas sedikit mengenai wisata sumber mata air yang masih belum dikenal oleh banyak masyarakat, yaitu Sumber Taman. Sumber mata air yang satu ini berbeda dengan Sumber Maron yang mana sudah dikelola betul oleh Pemerintah Daerah. Meski begitu, Sumber Taman ini juga memiliki sejuta kesegaran mata air yang tak kalah segar dengan sumber mata air lainnya.

Lokasinya pun tak jauh dari Sumber Maron. Berkatnya, maka sumber mata air ini juga sudah mulai dikenal oleh masyarakat. Kesejukkan alamnya juga membuat pengunjung semakin betah untuk berlama-lama disini, meskipun hanya untuk sekedar berbincang-bincang.

Wisata sumber mata air ini terletak di dua desa, yaitu Desa Karangsuko dan Desa Brongkal. Jika kamu berkunjung ke sini nantinya kamu akan disuguhi dengan rindangnya pepohonan, yang membuat suasana menjadi sejuk. Rindangnya pepohonan di Sumber Taman ini menjadikan ciri khas tersendiri, jika dibandingkan dengan wisata sumber mata air lainnya yang ada di Kabupaten Malang.

Laporan dari Ngalam.co, menjelaskan jika sumber mata air yang melimpah ini berasal dari dua batang pohon besar. Airnya tergolong jernih, sehingga pengunjung dapat melihat langsung dasar pemandian yang sangat jelas. Adanya dua batang pohon besar di Sumber Taman ini memunculkan legenda, yang mana ceritanya sudah banyak diketahui oleh wisatawan lokal atau dapat dikatakan hanya diketahui oleh sebagian orang saja. Usia pohon tersebut diperkirakan sudah mencapai ratusan tahun. Adanya pohon besar tersebut juga memunculkan cerita yang berkembang di masyarakat sekitar.

Jernihnya mata air di Sumber Taman (Gambar diambil dari web lingkar malang)

Nah sekarang mari kita simak bagaimana legenda Sumber Taman ini ya Ker. Berdasaran informasi dari Ngalam.co, sumber mata air ini dulunya merupakan sebuah taman yang indah. Alkisah ada seorang kakek tua yang berjalan melewati taman tersebut. Ketika sampai di taman, kakek itu berhenti sejenak karena kelalahan. Si kakek melihat ada sepasang kekasih yang sedang berduaan di taman tersebut. Karena lelah dan lapar, maka sang kakek mencoba meminta sedikit makanan yang dibawa oleh sepasang kekasih tersebut. Namun harapan tak sesuai kenyataan, yang seharusnya si kakek mendapatkan makanan malah yang kakek dapatkan adalah bentakan dari sepasang kekasih tersebut.

Tak disangka sang kakek marah pada mereka berdua. Hingga mendadak tubuhnya berubah menjadi sesosok ular raksasa. Dengan murka kemudian si kakek mengutuk sepasang kekasih itu menjadi dua pohon besar. Namun anehnya, kedua pohon jadi-jadian itu di bawahnya memancarkan air yang begitu deras.

Si kakek yang sudah menjelma menjadi ular raksasa kemudian berdiam di dua pohon besar tersebut. Semakin hari aliran air di bawah pohon tersebut semakin deras. Hingga lama kelamaan air itu membentuk sebuah genangan besar yang hingga saat ini dikenal dengan nama Sumber Taman.

Pohon Besar yang berusia ratusan tahun (Gambar diambil dari blog andysenibudaya)

Jadi bagaimana, sudah mengerti kan Ker? Legenda Sumber Taman ini sangat menarik sekali bukan untuk kalian ketahui? Jika nanti kalian berkunjung ke sana kalian jadi lebih mengerti tentang asal usul tempat ini.(Siw)

Penulis: Shofiyatul Izza Wahyuni

Editor: Rofidah Noor

1 thought on “Kenali Sejarah Sumber Taman, Membuat Rekreasi Menjadi Nyaman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *