Keindahan Alam Tersembunyi Coban Bidadari

Lokasi Pintu Masuk Coban Bidadari (Gambar diambil dari web Google Maps / Rizky Pratama)

DIORAMALANG.COM, 7 MARET 2024 – Berbicara mengenai berbagai macam wisata alam di Indonesia memang sangat banyak sekali, kerap kali kita dibuat kagum oleh kekayaan alam yang tidak pernah ada habisnya ini. Terlebih lagi keindahan alam yang disuguhkan juga membuat kita terpesona. 

Kali ini Dioramalang akan membuat kamu kagum dengan keindahan alam yang berada di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Coban Bidadari namanya, coban ini masih berada di sekitar kawasan TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru). Ya, Malang memang tidak ada habisnya pada wisata alamnya.

Maka tidak heran jika Malang selalu saja menjadi tujuan wisata nomor satu. Menurut beberapa pakar seperti Cooper, C., Fletcher, J., Gilbert, D., Wanhill, S., & Shepherd, R. (1998) dalam Mustika, AJ, Ika, M (2016:18) pada Jurnal Penelitian milik Adinda Ristia Saraswati dan Ahmad Maulana Malik Jamil, menjelaskan bahwa daerah tujuan wisata memiliki paling tidak harus mencakup komponen-komponen utama sebagai berikut: objek atau daya tarik, aksebilitas, amenitas, fasilitas pendukung, dan kelembagaan. Keberadaan Coban Bidadari kali ini memang belum banyak didengar oleh wisatawan, namun wisata alam satu ini sebenarnya memiliki daya tarik yang luar biasa menakjubkan. Bagaimana tidak, lokasi Coban Bidadari ini berada di Desa Gubuk Klakah Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang, menjadi satu dari banyaknya keistimewaan yang dimiliki oleh Desa tersebut. Hal ini tentu saja didukung oleh keeksotisan air terjun Coban Bidadari.

Di balik keindahan air terjun ini terdapat suatu cerita yang beredar di masyarakat mengenai awal mula Coban Bidadari, yaitu berawal dari seorang petani yang tidak sengaja melihat wanita cantik berada di bawah air terjun. Petani tersebut kemudian terkesima dengan kecantikannya, selain itu ia juga penasaran kemudian bergegas untuk mendekati air terjun tersebut. Namun sayangnya, wanita cantik tersebut menghilang. Lalu diduga wanita cantik tersebut adalah seorang bidadari. Hingga penamaan Coban Bidadari saat ini juga berdasarkan cerita tersebut.

Coban Bidadari yang dibuka pada tahun 2017 ini menawarkan air terjun dengan keindahan alamnya. Sehingga tidak heran jika wisata alam ini memiliki beragam spot foto keren bagi para pengunjung. Air terjun yang masih alami menambah nuansa alam yang begitu lekat pada Coban Bidadari ini. Daya tarik pada Coban Bidadari salah satunya adalah pemandangan pegunungan di tengah-tengah air terjun. Udara yang sejuk pada Coban Bidadari juga disuguhkan untuk kamu yang berkunjung kesana. Untuk kamu yang ingin berlama-lama di sana sekaligus menginap dengan berkemah, di Coban Bidadari ini juga terdapat Camping Ground loh Ker, tetapi kamu disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu.

Salah Satu Spot Foto Instagramable Pada Coban Bidadari (Gambar diambil dari Instagram Malang Channel)

Untuk rute menuju Coban Bidadari ini cukup mudah Ker, jika kamu melakukan perjalanan dari Kota Malang hanya berjarak 33 km, dengan waktu kurang lebih satu jam saja. Harga tiket masuk yang dibutuhkan yaitu Rp15.000 per orang, selain itu terdapat biaya parkir untuk sepeda motor sebesar Rp5.000 dan untuk biaya parkir mobil sebesar Rp10.000. Adapun fasilitas yang kamu jumpai di sana yaitu aneka spot foto instagramable, tersedia pula mushola hingga toilet umum yang bersih. Tersedia pula camping ground untuk berkemah dan juga lahan parkir yang luas.

Coban Bidadari buka setiap hari pada pukul 09.00-18.00 WIB, meskipun buka sepanjang hari tetapi ada baiknya kamu berkunjung pada waktu terbaik yaitu pada saat senja tiba, yakni sore hari. Pada waktu tersebut kamu dapat menikmati udara yang segar dan suasana alam yang tenang. Hal tersebut nantinya akan menciptakan pengalaman yang lebih menyegarkan dan nyaman.  

Jadi bagaimana Ker? Kamu tertarik untuk berkunjung ke Coban Bidadari? Jangan lupa selalu menjaga kebersihan sekitar wisata alam ini ya Ker, lingkungan wisata alam yang bersih dan asri tercipta dari kita sebagai wisatawan. (Siw)

Penulis: Shofiyatul Izza W.

Editor: Rofidah Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.