Asyik Dimanja Pesona Romantis Kayutangan

Kayutangan Malam Hari (Gambar diambil dari web Travel Kompas / Anggara Wikan Prasetya)

DIORAMALANG.COM, 7 MARET 2024 – Destinasi wisata di Kota Malang kini kian merebak bagaikan bunga. Banyak aktivitas menarik yang dapat dilakukan pada setiap sudut kotanya, salah satu dari banyak spot populer adalah jalanan Kayutangan. Pada Perda Kota Malang No. 4 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Malang, Kayutangan ditetapkan sebagai salah satu kawasan sejarah dan budaya.

Sebelum dapat seriuh seperti saat ini, kampung Kayutangan dahulu lebih dikenal sebagai kampung heritage yang menyuguhkan atmosfer kampung tua dengan keaslian arsitektur bergaya Belanda. Menilik dari Malangkota.go.id, disebutkan bawah setidaknya sejak 22 April 2018 Pemerintah Kota Malang menetapkan kampung ini sebagai kampung tematik yang menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menyaksikan indahnya sentuhan gaya kuno pada setiap rumah dan sejarah yang terkandung di dalamnya.

Di samping keasliannya yang terjaga, pemerintah kota Malang terus berbenah dalam pengembangan kawasan heritage ini. Dilansir dari Travel.kompas.com, Jalan Basuki Rahmat mengalami revitalisasi dengan pendanaan proyek Malang Heritage dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan total mencapai Rp23 miliar.

Untuk melakukan tur wisata di dalam kampung heritage, wisatawan dapat dengan bebas memilih untuk berkeliling mandiri maupun menggunakan tour guide. Namun apabila datang pada pukul 07.00-17.00 WIB, wisatawan lokal akan dikenakan tiket masuk senilai lima ribu rupiah dan turis asing dikenakan tiket sepuluh ribu rupiah. Keuntungan yang kalian dapat dengan membayar tiket adalah, kamu mendapat satu kartu pos berhias potret klasik kampung heritage kuno. Sementara jika datang di atas pukul 17.00 WIB maka pengunjung akan dibebaskan dari biaya tiket dan tidak mendapatkan kartu pos.

Di dalam area kampung Kayutangan, wisatawan dibuat terpesona dengan rentetan bangunan yang beratap genteng lawas, pintu, jendela kayu berukir, serta balkon yang indah. Bangunan-bangunan tersebut merupakan warisan berharga yang menjadikan kampung ini sebagai salah satu kawasan konservasi budaya di Kota Malang.

Dikarenakan jarak antar bangunan yang sempit serta bentuknya yang mirip, ada kalanya kamu akan tersesat ketika tur mandiri di dalam kampung. Oleh karena itu, selama berkunjung ke kampung Kayutangan, para wisatawan diharapkan dapat berinteraksi langsung dengan penduduk setempat yang ramah dan hangat. Mereka akan dengan senang hati memberikan rute yang benar, bahkan menceritakan sejarah kampung, legenda-legenda yang berkembang di sekitar kampung, serta cerita-cerita unik lainnya. Wisatawan juga dapat berfoto di berbagai spot menarik yang tersedia.

QR Code Rumah Udin di Kampung Heritage Kayutangan. (Gambar diambil dari web Tugu Jatim / Annisa Listya)

Meski di jaga keasliannya, Kampung Kayutangan Heritage tetap mengikuti tren yang ada. Di era revolusi industri 4.0 seperti saat ini teknologi dimanfaatkan sebagai upaya pengenalan kampung kepada wisatawan lokal maupun turis asing yang mulai berdatangan sejak Mei 2023. Hal ini diinisiasi oleh lima dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema) dari program studi Bahasa Inggris yakni Siti Rohani S Pd MPd PhD, Dimas Wahyu Wibowo ST MT, Fitrotul Maulidiyah SPd MPd, Putri Sekarsari SS MLi, dan Nadia Hanayeen SPd Med. Dikutip dari Tugu Jatim, mereka meluncurkan sebuah inovasi baru dengan membuat aplikasi Virtual Tour Guide Dua Bahasa dengan sistem QR-Qode.

QR Code ini dipasang pada beberapa rumah dan bangunan bersejarah. Wisatawan bisa menggunakannya dengan mudah asalkan smartphone yang digunakan terkoneksi dengan internet. Apa bila discan nanti akan muncul informasi mengenai sejarah dan juga foto-foto yang berkaitan dengan bangunan terpilih tersebut.

Di antara banyaknya bangunan yang estetik ini, ada sebuah kanal cantik yang jadi titik favorit para muda-mudi. Kanal ini memiliki nuansa magis yang jarang ditemukan di kanal-kanal lainnya. Wisatawan seperti di bawa ke negeri lain karena ornamen pagar dan lampu di sepanjang jembatan sengaja didesain khusus sehingga tampak cantik seperti di Kota Amsterdam.

Suasana Kanal Kayutangan Malam Hari (Dokumen Pribadi / Rofidah Noor)

Setelah lelah menyusuri area kampung, wisatawan bisa bersantai di sepanjang Jalan Basuki Rahmat yang kini tampil cantik bak Malioboro. Jalanan ini terkenal dengan kafe-kafe cantik, warung kopi dadakan, dan penjaja kuliner lainnya. Sangat menyenangkan nongkrong sambil melamun dan memandangi kendaraan yang berlalu-lalang. Selain itu sepanjang jalan ini juga dimanfaatkan oleh seniman lokal untuk busking, memamerkan lukisan, bahkan drama teater.

Dengan pesonanya yang khas, kampung ini akan membawa pengunjungnya kembali ke masa lalu yang menyenangkan dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi keindahan kampung Kayutangan saat kamu berkunjung ke kota Malang ya Ker! (Rof)

Penulis: Rofidah Noor
Editor: Shofiyatul Izza W.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.