Hamparan Pohon Pinus Ledok Ombo Poncokusumo

Hutan Pinus yang berada di Ledok Ombo Poncokusumo, Kabupaten Malang (Gambar diambil dari web Dolandolen.com)

DIORAMALANG.COM, 17 OKTOBER 2020 – Wisata alam yang satu ini cocok untuk jadi salah satu pilihan atau alternatif berlibur para wisatawan. Terlebih lagi dengan kekayaan alam Kabupaten Malang yang memukau, tentu berhasil menggiring pengunjung untuk datang ke tempat ini. Seperti yang kita tahu, Kabupaten Malang dengan segudang wisata alamnya selalu menjadi incaran para pelancong untuk berkunjung. Nah untuk itu, kali ini Dioramalang akan memperkenalkan destinasi wisata alam yang berada di Kabupaten Malang Ker.

Destinasi kali ini bernama Ledok Ombo Poncokusumo. Letaknya berada di Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Wisata ini menjadi salah satu dari sekian banyak tempat di Poncokusumo yang banyak dikunjungi oleh turis domestik. Desa Poncokusumo dengan potensi alamnya mampu membuka jalan untuk dijadikan sebuah destinasi ekopariwisata yang apik.

Menurut Adinda Riskia S dan Achmad Maulana Malik J, Universitas Kanjuruhan Malang dalam Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi menjelaskan bahwa Kecamatan Poncokusumo merupakan daerah agrowisata di Kabupaten Malang. Ia juga menjelaskan berdasarkan hasil penelitian, banyak sekali potensi alam yang berada di Kecamatan Poncokusumo antara lain Coban Bidadari, Coban Pelangi, Ledok Ombo, Gunungsari Sunset, River Tubing Ledok Ombo, dan River Tubing Seader.

Tentu saja Poncokusumo dengan kekayaan potensi alamnya ini telah dikelola dengan baik, hingga akhirnya kecamatan ini mampu membranding desanya sendiri dengan SDM yang baik juga.

Pelancong mungkin juga tidak asing lagi dengan Poncokusumo ini, hal tersebut terbukti dengan banyaknya wisata alam di Poncokusumo yang juga banyak dikunjungi. Sebagian besar destinasi alam di Poncokusumo juga menjadi wisata hits yang selalu ramai pengunjung.

Ledok Ombo Poncokusumo merupakan ekoturisme yang menggunakan konsep hamparan hutan pinus. Menurut informasi dari Photomalang.com, Ledok Ombo berasal dari bahasa Jawa yang artinya sebuah cekungan yang besar. Sedangkan lokasi di sekitar Ledok Ombo dipenuhi dengan pohon pinus.

Ketua Desa Wisata Poncokusumo, Chairul Anam menjelaskan keunggulan wisata ini pada Malangtimes.com, ia menyampaikan keunggulan area Ledok Ombo salah satunya adalah hamparan pohon pinus yang berbaris dengan rapi. Suasana alam dengan kesejukan udara pastinya akan menjadi nilai jual tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Wisatawan nanti bisa menikmati udara segar di hutan pinus. Mereka bisa melakukan camping ground dengan fasilitas lengkap. Pengunjung dapat menikmati pemandangan hijau nan asri dan udara yang sejuk dari rumah pohon untuk menghilangkan kepenatan,” ujarnya.

Sedangkan menurut Mutiara Martha, Esty Poedjioetami, dan Sukarnaen dalam artikel penelitiannya, menjelaskan bahwa lokasi Ledok Ombo ini berada di dataran tinggi dengan pemandangan Kota Malang yang mempesona. Namun hutan pinus Ledok Ombo ini merupakan tempat yang baru berkembang pada tahun 2015.

Lalu apa saja sih kegiatan yang dapat dilakukan di wisata alam Ledok Ombo Poncokusumo ini? Tentu banyak sekali Ker, bahkan bagi kamu yang ingin bermalam di hamparan pohon pinus ini juga bisa banget lo Ker.

Pertama, kamu dapat menikmati segarnya udara di antara jajaran pohon-pohon pinus yang hijau dan lebat. Hutan pinus ini masih berada dalam pengelolaan baik dari Perhutani dan LKDPH (Lembaga Kemitraan Desa Penguasaan Hutan). Jangan lupa untuk temukan spot foto terbaik versi kamu ya Ker.

Selanjutnya kamu juga bisa menikmati pemandangan yang alami dan udara yang sejuk dari atas rumah pohon. Rumah-rumah pohon ini dapat ditemukan di sekitar hutan pinus, kamu juga bisa mengabadikan foto dari atas rumah pohon juga Ker. Hijaunya pohon-pohon pinus dapat menjadi latar belakang foto agar menambah keindahan.

Selain itu bisa juga melakukan hammocking di Ledok Ombo ini. Ayunan dari hammock tentu akan menambah sensasi liburan kamu menjadi lebih menyenangkan karena nuansanya yang tenang dengan semilir angin dan hijaunya pemandangan yang menawan. Jangan lupa untuk mengabadikan momen ini ya Ker.

Untuk kamu pecinta sepeda dan ingin memacu adrenalin di Bike Park Ledok Ombo juga bisa banget Ker. Kamu dapat  menguji tingkat profesional bersepeda dengan mencoba medan downhill. Downhill di Ledok Ombo ini juga jangan dilewatkan begitu saja ya Ker, dan jangan lupa untuk merasakan bersepeda di tengah hutan pinus.

Selain itu di sini juga bisa kamu manfaatkan untuk menikmati secangkir kopi maupun teh dan jenis makanan maupun minuman lainnya di Pinus Kafe. Konsep yang disuguhkan adalah outdoor, sehingga udara yang sejuk dan hijaunya pohon pinus akan menemani bersantai kamu di Pinus Kafe. Selain itu kafe ini juga instagramable lo Ker, banyak spot foto unik yang akan dijumpai di sana.

Tidak hanya Pinus Kafe, di Ledok Ombo juga ada Omah Akar yang konsepnya masih mengusung tema alam. Di tempat ini pengunjung dapat berswafoto sembari nongkrong, tentu berbeda dengan Pinus Kafe yang masih terlihat hamparan hutan pinus. Namun di Omah Akar tema pedesaan akan lebih terlihat dan terasa.

Omah Akar Ledok Ombo Poncokusumo (Gambar diambil dari web Dolandolen.com)

Di tepi hutan pinus Ledok Ombo juga terdapat sungai dan dikelilingi tebing-tebing alami. Kamu juga bisa bermain air di sungai tersebut, untuk menuju lokasi sungai dibutuhkan waktu 30 menit perjalanan dengan berjalan kaki. Tidak ada salahnya untuk kamu mencoba segarnya sungai di Ledok Ombo ini Ker.

Terakhir pengunjung juga bisa bermalam dengan tenda di camping ground yang sudah disediakan. Kamu bisa menyewa tenda di sana, jadi tidak perlu repot-repot untuk membawa tenda dari rumah. Camping ground Ledok Ombo ini sangat ramah lingkungan dan fasilitas yang terbilang cukup memenuhi.

Nah gimana Ker, tertarik untuk berkunjung ke Ledok Ombo? Jangan lupa untuk mengabadikan setiap momen liburanmu selama di Ledok Ombo ya Ker. Dijamin foto kamu akan lebih instagenic! Jangan lupa juga untuk ajak saudara, kerabat, ataupun pasangan kamu untuk berlibur di Ledok Ombo ini. (Siw)

Penulis: Shofiyatul Izza W

Editor: Rofidah Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *