Mengenal Histori Indonesia Bersama Komunitas Pecinta Sejarah

Para anggota komunitas Reenactor Malang yang lengkap dengan kostum dan senjata pada masa penjajahan (Gambar diambil dari web Wikimedia Commons)

DIORAMALANG.COM, 15 OKTOBER 2020 – Apakah kamu tertarik akan sejarah yang ada di Indonesia? Kalau ya, tidak ada salahnya menyimak salah satu komunitas yang satu ini. Namanya Reenactor Ngalam, komunitas satu ini aktif di bidang sejarah. Dalam komunitas tersebut anggotanya memiliki ciri khas dengan memakai atribut beserta perlengkapan militer sama persis seperti pada zaman perang kemerdekaan. Penasaran dengan kelanjutannya? Simak terus ulasan berikut ini ya Ker!

Komunitas ini didirikan pada April 2007 oleh beberapa pemuda asli Malang. Sebelum itu komunitas ini memiliki nama Laskar Ra’jat. Namun seiring berkembangnya kegiatan yang mereka lakukan, membuat nama komunitas yang mereka pakai diganti menjadi “Reenactor Malang”. Komunitas ini sebenarnya masih ada relasi dari Reenactor Nasional yang berpusat di Batavia. Pokok kegiatan dari komunitas ini yaitu melakukan reka ulang adegan sejarah serta peristiwa yang pernah terjadi pada zaman peperangan di masa kolonial.

Dalam sebuah Jurnal Sosiologi yang ditulis oleh Suparman Abdullah menjelaskan bahwa, komunitas biasanya merujuk pada sekelompok orang dalam area geografi tertentu yang berinteraksi dalam institusi bersama dan memiliki rasa interdependensi dan rasa memiliki bersama (William Outhwaite, 136: 2008). Komunitas bukan diikat oleh struktur tetapi keadaan pikiran, sebuah kesadaran atau semacam perasaan solidaritas, seperti halnya komunitas Reenactor Ngalam yang memiliki kesadaran akan  sejarah di Indonesia.

Menurut ulasan dari Liputan6.com, salah satu anggota yang bergabung dalam komunitas ini menjelaskan  arti dari pada nama yang digunakan, Reenactor berasal dari bahasa Belanda “Re Enactment” yang artinya reka ulang sejarah. Tujuan dipilihnya nama tersebut, untuk membangkitkan sejarah Indonesia. Reenactor mempunyai kegiatan-kegiatan yang menampilkan sejarah pada saat era perang kemerdekaan. Mulai melakukan reka adegan atas peristiwa penting saat kemerdekaan. Mereka merujuk dari foto dan dokumen sejarah.

Dalam kegiatan komunitas ini banyaknya pembelajaran sejarah dapat diterapkan baik secara langsung seperti dengan memakai pakaian lengkap khas para pejuang, membawa atribut perang dan termasuk membuat replika senjata yang sesuai dengan tahun kejadian.

Reenactor selalu berpegang teguh dengan kata otentik dan orisinil, karena komunitas ini benar-benar ingin menampilkan sejarah kepada masyarakat umum. Untuk membenarkan keotentikannya komunitas ini melakukan riset terlebih dahulu.

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan diantaranya:

  • Menampilkan Teatrikal Perang di Parade Juang Soerabaia 2017 pada 5 November 2017 dalam peringatan Hari Pahlawan yaitu pada tanggal 10 November di Kota Surabaya.
  • Meramaikan Festival Kampoeng Dokar ke-II yang dilaksanakan pada 27-29 Oktober 2017 di Desa Banjar Tengah, Dau, Kabupaten Malang.
  • Mengikuti dan mensukseskan acara Festival Tawangsari Kampoeng Sedjarah, yang dilaksanakan tiga kali. Yaitu yang pertama pada 21-23 Oktober 2016, kedua pada 21-24 April 2017, dan yang terakhir pada  20-24 September 2017.
  • Ikut serta dalam pesta komunitas terbesar yaitu “Indonesia Community Day” pada 5 Agustus 2018 di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Malang.

Adapun pencapaian yang telah dicapai komunitas ini adalah membangun sebuah Museum Reenactor di Malang. Seperti yang dilansir dari Kompasiana.com, disebutkan bahwa museum ini  dibuka pada 14 September 2018 di Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Museum Reenactor ini juga membuka kelas sejarah, yaitu forum belajar sejarah untuk anggota dan siapapun yang berminat.

Museum yang diciptakan oleh komunitas Reenactor Malang (Gambar diambil dari web Travelingyuk.com

Adanya kunjungan ke beberapa museum lain di Kota Malang berharap adanya kerjasama yang dilakukan nantinya juga dapat menambah pengunjung, strategi lain yang digunakan yakni dengan mengadakan sebuah bedah buku di Museum ini.

Reenactor Ngalam juga membuat roadshow dengan pemutaran film karya Reenactor dan pagelaran seperti gambaran sejarah pada pengunjung dengan metode Life Historical Reenactment. Yakni adanya pengulangan reka adegan memasuki lorong waktu sehingga pengunjung seolah-olah berada pada tahun 1947-1949 di Kota Malang, saat Tawangsari adalah markas Komando Gerilya Kota.

Pada sebuah Jurnal yang ditulis oleh Indah Tjahjawulan dan Adityayoga Museum merupakan lembaga untuk umum yang bertugas mengumpulkan, menjaga atau merawat, serta menyajikan dan melestarikan warisan budaya masyarakat untuk tujuan studi, penelitian serta kesenangan atau hiburan, sama halnya dengan Museum Reenactor ini banyak pelajaran yang dapat diketahui dan dipelajari disini Ker! Nah, dengan adanya Museum ini bisa menjadi pelopor pendidikan karakter pada generasi muda saat ini, melalui pengenalan sejarah perjuangan Kemerdekaan.

Komunitas ini juga membuka kelas sejarah interaktif sehingga inilah cara agar sejarah dapat mengajak para pengunjungnya merasakan betapa berat harga Kemerdekaan melalui koleksi yang ada di museum. Oleh karena itu akan banyak pembaruan untuk kemajuan dari museum ini nantinya.

Koleksi benda bersejarah yang ada di dalam museum Reenactor Malang (Gambar diambil dari web Travelingyuk.com)

Setiap komunitas pasti memiliki visi dan misi yang berbeda-beda, akan tetapi memiliki satu tujuan sama, yaitu untuk kemajuan negara tercinta Indonesia. Sama halnya dengan Komunitas Reenactor ini yang memberikan dampak positif kepada bangsa dan generasi penerusnya. Jadi gimana nih Ker, ada rencana belajar sejarah bersama Komunitas Reenactor Ngalam? Atau sekedar berkunjung ke Museum Reenactor yang telah dibuat oleh komunitas ini? (Fiq)

Penulis: Moh. Fiqih Aldy Maulidan

Editor: Rofidah Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *