Mengenal Arca Dwarapala Sang Penjaga Candi Singosari

Kondisi Arca Dwarapala Pada Zaman Belanda (Gambar diambil dari web Ngalam.co)

DIORAMALANG.COM, 15 OKTOBER 2020 – Halo Ker, beberapa waktu silam Dioramalang.com pernah menyinggung mengenai keberadaan arca Dwarapala yang berada di sekitar area Candi Singosari. Nah, kali ini Dioramalang akan membahas mengenai sosok arca Dwarapala tersebut. Keberadaan arca Dwarapala di Candi Singosari ini, ternyata dipercaya sebagai sosok yang menjaga pintu gerbang pada era zaman kerajaan.

Arca Dwarapala terbuat dari batu monolitik dengan ketinggian sekitar 3,75 meter dan lebar sektar 3,85 meter. Nama Dwarapala berasal dari kata Sansekerta, dimana Dwara memiliki arti yaitu pintu atau jalan dan Pala memiliki arti yakni sosok penjaga. Di lokasi Candi Singosari terdapat dua arca Dwarapala yang lokasinya saling berseberangan, kedua arca ini berada di kiri dan dan kanan dari jalan yang saat ini dinamakan dengan Jalan Kertanegara. Kedua arca Dwarapala dipahat dengan sama-sama memegang sebuah senjata yaitu gada.

Arca di sebelah kanan bisa digambarkan sedang dalam posisi santai, sambil memegang sebuah gada di tangan kanan. Sementara arca yang berada di sebelah kiri justru digambarkan dengan posisi seperti sedang bertugas untuk mengingatkan rakyat Singosari mengenai keagamaan. Hal tersebut dikarenakan tangan kanannya diangkat sejajar dengan dadanya dan dua jarinya dibuka sebagai tanda kemenangan dalam menjalankan perintah keagamaan layaknya seperti berdoa.

Pada kedua arca ini juga terdapat sebuah mahkota yang dihiasi dengan ukiran ular dengan ikat kepala berbentuk tengkorak. Pada bagian telinga, juga digambarkan memakai sebuah anting bermotif tengkorak yang disebut sebagai kepala Gundala. Pada bagian lehernya terdapat sebuah kalung yang terbuat dari rangkaian tengkorak.

Untuk badannya, kedua arca ini sama-sama berselempang hiasan ular yang menyilang di punggungnya yang disebut sebagai Sarpokenyura. Lalu pada pergelangan tangannya memakai sebuah gelang yang disebut dengan Bhujangga Vasaya.

Menurut laporan milik Merdeka.com, arca Dwarapala sebenarnya merupakan arca yang memang umumnya berada di setiap candi karena sosok Dwarapala memang sering digambarkan sebagai sosok penjaga gerbang atau pintu dalam ajaran Siwa dan Buddha. Bentuk arca Dwarapala biasanya dipahat dalam bentuk gabungan rupa manusia dan hewan, dengan ciri khas yaitu membawa senjata gada di salah satu tangannya.

Berdasarkan laporan milik Ngalam.co, rupa arca Dwarapala di seluruh Indonesia sebenarnya tidak ada yang sama, karena rupa arca selalu dibentuk sesuai dengan gaya seniman zaman dulu. Selain di Malang, arca Dwarapala sebenarnya juga ada di Jawa Tengah dan di Jogja. Meski memiliki rupa yang berbeda-beda, tetapi semuanya memiliki kesamaan yaitu sama-sama memiliki wujud yang menyeramkan.

Untuk arca Dwarapala di Malang perbedaan tersebut dapat dilihat dari sepasang matanya, karena kedua arca Dwarapala di Singosari digambarkan dengan mata yang melotot dan ekspresi wajah yang ramah.

Menurut Sri Wahyu Sarjanawati dalam penelitiannya dikatakan, Dwarapala sebenarnya adalah perkembangan dari Yaksa di mana dalam ajaran agama Buddha, Yaksa merupakan pelindung dan penjaga bangunan suci. Tugas Yaksa sebagai pelindung inilah yang kemudian berkembang menjadi sosok penjaga pintu atau kini biasa disebut Dwarapala. Sebagai sosok penjaga pintu (Dwarapala) dapat digambarkan sebagai makhluk ganas yang dapat menjauhkan marabahaya.

Di Jawa sosok Dwarapala terkadang diwujudkan sebagai sosok raksasa, akan tetapi aspek menakutkan disini tidak mutlak karena sosok Dwarapala jarang digambarkan dengan ciri-ciri yang sangat menakutkan, tetapi sering digambarkan dengan rupa yang tersenyum.

Kedua arca Dwarapala di Singosari ini diperkirakan belum berubah dari posisi semula. Berat kedua arca ini diperkirakan kisaran 40 ton, sedangkan jarak kedua arca diperkirakan sekitar 50 meter. Posisi kedua arca ini terkadang dijadikan sebagai penentu arah jalan masuk dari istana Kerajaan Singosari karena sampai saat ini masih banyak yang percaya bahwa kedua arca Dwarapala tersebut memang diciptakan sebagai arca penjaga dari Kerajaan Singosari.

Meski demikian, keberadaan dua arca ini menunjuk pada kemungkinan pintu gerbang kerajaan di masa lalu. Tapi hingga saat ini masih belum dilakukan rekonstruksi untuk mengetahui dimanakah letak pasti istana Singosari sehingga keberadaannya masih menjadi misteri sampai sekarang.

Menurut Riyanti dalam penelitiannya dikatakan, arca sebenarnya adalah perwujudan khusus untuk agama Hindu dan Buddha. Arca merupakan salah satu unsur dari seni rupa yang berwujud benda tiga dimensi, sebuah arca biasanya memiliki arti penting bagi pembuatnya. Arca diperkirakan sudah ada sejak zaman nenek moyang dan terus mengalami perubahan baik itu dari gaya maupun dari teknik pembuatannya.

Untuk kamu yang ingin datang berkunjung, arca Dwarapala ini terletak di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang atau sekitar 200 meter di sebelah barat dari Candi Singosari. Bila datang ke Candi Singosari, cobalah untuk mampir sejenak ke arca ini, karena arca Dwarapala punya banyak informasi mengenai keberadaan Kerajaan Singosari. (SYZ)

Penulis: Syaifudin Zuhri

Editor: Shofiyatul Izza W

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *