Edukasi Seni-Budaya Lewat Pameran Batik dan Souvenir di Pasebar Kota Malang

Walikota Malang, H. Sutiaji dan Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko ketika mencoba bermain Engklek dalam acara yang digelar di Pasar Seni Bareng. (Foto: Maria Carmela)

DIORAMALANG.COM, 10 OKTOBER 2020 – Sejumlah UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang bergerak di bidang seni dan budaya berkumpul menjadi satu dalam sebuah pameran di Kota Malang sejak Sabtu lalu (03/10/2020). Pameran yang dilaksanakan selama 7 hari ini dilaksanakan untuk memamerkan sejumlah kesenian batik khas Kota Malang. “Kita terinspirasi buat pasar batik dan souvenir di Pasebar sebagai embrio Pasar Seni Malang,” ungkap Djoko Rendy, seniman Kota Malang.

Selain itu tujuan dilaksanakannya pameran adalah untuk mendapatkan motif batik Malang yang dikelola dalam beberapa tahapan dalam beberapa babak acara dan sarasehan. Motif ini merupakan kolaborasi antara pelaku seni batik dan seluruh elemen masyarakat. “Harapan kami bisa dipakai untuk wisata edukasi seni budaya dan ekonomi kreatif,” ujar Maria, penanggung jawab pameran.

Pameran dilaksanakan di lantai 3 Pasebar (Pasar Seni Bareng) tepatnya di Jalan Terusan Ijen, Bareng, Kec. Klojen, Kota Malang. Di sini pengunjung dapat mempelajari banyak hal tentang batik seperti dari mana asal batik, macam ulir yang dapat diangkat, hingga mengenal bunga padma dalam desain batik Malang.

Pameran ini mulanya adalah buah dari inspirasi para panitia dan juga kearifan para peserta yang didukung oleh program Walikota Malang, H. Sutiaji, bernama Pasebar (Pasar Seni Bareng) yang mana berfungsi sebagai wadah bagi para seniman di Kota Malang untuk memamerkan berbagai hasil kesenian khas Malang, mulai dari lukisan, topeng, sampai benda-benda yang memiliki nilai sejarah.

Mainan tradisional yang dipamerkan di Pameran Batik dan Souvenir di Pasebar (Foto: Maria Carmela)

Adapun peserta pameran merupakan UMKM batik yang berasal dari paguyuban stand di DPRD sebelumnya pada gelaran acara Batik Kucecwara 2020. Peserta yang ingin bergabung dalam pameran harus memenuhi persyaratan seperti KTP, fotocopy KK, dan mengisi form yang sudah dipersiapkan. “Ini sudah kita woro-woro di grup peserta pameran dan juga paguyubannya,” terang Djoko pada Dioramalang.com

Meskipun terhalang oleh pandemi, namun acara ini mendapatkan atensi yang besar dari seluruh lapisan masyarakat. Target pengunjung yang datang adalah masyarakat umum dan juga dinas terkait. “Dalam acara itu banyak yang datang, karena kami paguyuban se-Malang Raya dan ada juga dari instansi-instansi yang datang,” jelas Maria.

Selain pameran batik dan souvenir, ada pun berbagai kegiatan menarik lainnya mulai dari pelatihan mainan tradisional, sarasehan bersama Adi Kusrianto pakar batik dan tekstil, workshop ecoprint dan sospeso, workshop janur, pengenalan kesenian, hingga penampilan musik elektone dari grup dinas kesehatan. (Rof)

Penulis: Rofidah Noor

Editor: Shofiyatul Izza W

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *