Warung Tomboan, Nongkrong Asyik Ala Pedesaan

Suasana Warung Tomboan Malang (Gambar diambil dari web Sekilasmalang.com)

DIORAMALANG.COM, 3 OKTOBER 2020 – Kamu suka nongkrong di kafe nggak? Kalo ya mungkin tempat yang satu ini bisa jadi tempat nongkrong alternatif kamu di samping kafe modern kebanyakan. Tempatnya sejuk, asri, dan lokasinya berada di pedesaan. Cocok banget deh pokoknya buat ngeteh bareng temen sambil menikmati menu makanan dan minuman yang klasik.

Kali ini, Dioramalang akan memperkenalkan salah satu warung unik yang berada di Kabupaten Malang. Mengusung konsep back to nature, warung ini akan membawa pengunjung merasakan nyamannya bersantai di pedesaan.

Budaya bertetangga adat Jawa sangat sulit untuk dihilangkan begitu saja, terutama pada masyarakat pedesaan. Bertetangga tidak hanya melulu soal negatif, tetapi juga untuk sekedar ngopi bersama, ngeteh, dan hal positif lainnya. Berangkat dari hal tersebut akhirnya pria yang akrab disapa Abink bersama kawan-kawannya mendirikan sebuah warung yang mengusung tema pedesaan dan tradisional atau back to nature.

Warung ini diberi nama Warung Tomboan, berdiri sejak 15 Maret 2020. Berada di lokasi pedesaan juga menjadi salah satu pertimbangan Abink untuk turut serta memanfaatkan hasil bumi warga setempat. “Konsepnya kita mengangkat tema pedesaan sama konsep tradisional aja. Orang sini kan memang kebanyakan orang yang berkebun, bertani, pergi ke sungai buat cari makan dan tumbuhan. Kita angkat itu sebagai konsep yang diusung back to nature juga,” jelasnya ketika dikonfirmasi Malangtimes.com.

Tampak Depan Gapura Warung Tomboan (Gambar diambil dari web Blok-a.com)

Warung Tomboan lokasinya berada di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Warung Tomboan ini masih satu kompleks dengan patirtan Ngawonggo. Bernuansakan pedesaan yang asri, warung ini tidak memiliki patokan harga tertentu untuk pelanggannya. Mengapa demikian? Abink sang pemilik mengaku jika warung atau kedainya dikunjungi saja sudah senang.

Pemilik juga menganggap bahwa setiap pengunjung yang datang ke warungnya sudah dianggap seperti tetangganya sendiri yang ingin ngopi bersama di rumahnya. Oleh karena itu, tidak heran jika di warung Tomboan ini kamu bisa bayar sepuasnya, atau bayar sesuai dengan tarif di tempat kamu biasa nongkrong Ker.

Selain lokasinya yang berada di pedesaan, menu pada Warung Tomboan ini juga masih tradisional. Hal tersebut didukung dengan pawon atau dapur warung ini, masih sangat kental sekali dengan nuansa pedesaan. Bukan kompor gas yang digunakan melainkan menggunakan tungku tanah liat, semua proses makanan dan minuman yang dipesan pelanggan juga dilakukan dengan cara tradisional.

Ketika pertama kali masuk ke warung ini, kamu sudah disuguhi dengan ornamen-ornamen tradisional Jawa yang cukup kental. Gapura yang dibuat pun juga terbuat dari bahan baku tradisional, yakni bambu. Begitu juga dengan ucapan selamat datang yang ditulis menggunakan huruf jawa atau hanacaraka. Hingga meja kursi yang digunakan pun juga masih megusung konsep pedesaan dan tradisional. Pelayan di warung ini juga menggunakan pakaian dan atribut sama seperti masyarakat Desa Ngawonggo.

Pelayan Warung Tomboan dengan Atributnya Menyajikan Pesanan Pada Pengunjung (Gambar diambil dari web Radarmalang.jawapos.com)

Lalu apa saja sih menu makanan dan minuman yang ada di warung Tomboan ini? Di warung ini kamu akan menemukan minuman dan makanan yang jarang ditemukan di kafe-kafe kekinian. Seperti informasi yang termuat dalam Sekilasmalang.com, berbagai minuman tradisional disajikan khusus untuk wisatawan yang hadir, diantaranya ada minuman khasnya wedangngawonggo, wedang rosela, tomboan ijo, dan tomboan abang yang sengaja diracik dan mempunyai khasiat di dalamnya.

Untuk menu makanan yang disediakan juga nggak kalah tradisional Ker, dan semua bahannya tanpa ada unsur hewani atau dapat dikatakan vegan (berasal dari sayuran). Menu yang tersedia antara lain nasi jagung, penyetan terong, sate tahu, tahu tempe, kuah santa, kulupan atau ramban, dan sambal uleg.

Namun jika datang ke tempat ini bersama rekan maupun keluarga lebih dari empat orang dan ingin menikmati menu makanan tersebut, pengunjung harus melakukan reservasi terlebih dahulu. Reservasi atau pemesanan dapat dilakukan di akun instagram @tomboan_.

Proses Meracik Wedang Menggunakan Bahan Tradisional (Gambar diambil dari web Blok-a.com)

Warung yang buka mulai pukul 09.00-20.00 di masa pandemi ini tetap ramai dikunjungi. Kebanyakan pegunjung yang datang adalah para pesepeda yang hendak mengunjungi patirtan Ngawonggo, dan ada pula yang sengaja datang untuk beristirahat di warung ini. Dikarenakan terbatasnya kapasitas tempat yang dimiliki dan juga keterbatasan waktu dalam pengolahan makanan dan minuman, maka pengunjung diharapkan sabar menunggu antrian.

Setelah tahu menu apa saja yang disajikan Warung Tomboan, lalu apa saja sih sebenarnya manfaat rempah-rempah bagi kesehatan? Menurut Andi Widya Helmalia dkk dalam jurnal penelitian yang ditulisnya, dijelaskan bahwa rempah-rempah dapat digunakan sebagi sumber antioksidan alami yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

Jenis rempah-rempah yang ada di Indonesia yaitu jahe, kunyit, kayu manis, secang, dan andaliman. Kayu manis dapat menjadi sumber antioksidan karena mengandung banyak senyawa seperti eugenol, safrole, sinamaldehid, tannin, dan kalsium oksalat.

Jika kamu mengonsumsi makanan dan minuman yang bahan bakunya terdapat rempah-rempah di dalamnya tentu saja akan memberikan antioksidan yang cukup pada tubuh kamu. Terutama pada wedang atau minuman yang disajikan khusus dengan bahan baku seperti jahe, secang, dan buah andaliman tentu saja sumber antioksidan tinggi akan kamu dapatkan. Selain itu juga akan mengurangi resiko terjadinya pertumbuhan sel kanker pada tubuh atau dapat dikatakan dapat membunuh radikal bebas dalam tubuh.

Seperti yang kita ketahui di era saat ini banyak sekali makanan dan minuman instant yang banyak menggunakan bahan pengawet. Terutama pada kehidupan masyarakat modern, tentu saja mereka mengonsumsi makanan dan minuman tersebut tidak hanya satu atau dua kali saja. Oleh karena itu, pada pandemi saat ini sebetulnya penting sekali masyarakat untuk mulai beralih pada bahan pangan yang alami.

Rempah-rempah lah yang dapat memainkan perannya sebagai pembunuh racun-racun dalam tubuh, dan meningkatkan imunitas dalam tubuh. Dan pada kenyataannya memang saat ini jarang sekali masyarakat yang mengetahui apa saja manfaat yang ada pada rempah-rempah.

Seperti yang dijelaskan oleh Prof. Dr. Ir. Made Astawan, M.S dosen dan peneliti di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Bogor dalam jurnal perancanganyang ditulis oleh Cynthia Sinatra dkk, menjelaskan bahwa rempah-rempah selama ini terdapat di Indonesia dan mudah diperoleh di pasar maupun supermarket, ternyata memiliki banyak manfaat da khasiat untuk kesehatan. Namun informasi akan hal tersebut tidak mudah ditemukan di lapangan.

Jadi bagaimana Ker? Tidak ada salahnya kan untuk mencoba bersantai dengan kerabat, pasangan, dan keluarga di warung ini? Suasana pedesaan yang asri akan membuat kamu betah berlama-lama di sana. Jangan lupa untuk selalu tetap jaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang alami ya Ker. (Siw)

Penulis: Shofiyatul Izza W

Editor: Rofidah Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *