Wisata Religi Masjid Tiban Malang dan Mitos yang Berkembang

Kemegahan Masjid Tiban Turen Malang (Gambar diambil dari web Travelingyuk.com)

DIORAMALANG.COM, 1 OKTOBER 2020 – Halo Ker! Sebagian dari kamu mungkin sudah sering mendengar tentang Masjid Tiban yang ada di Kabupaten Malang. Bahkan mungkin sebagian dari kamu sudah pernah mengunjugi Masjid Tiban. Banyak sekali mitos yang tersebar tentang Masjid ini, sejarah adanya Masjid Tiban pun juga sudah banyak masyarakat ketahui.

Untuk kamu yang belum pernah mengunjungi Masjid Tiban Malang, kali ini Dioramalang akan mengajak kamu untuk lebih mengenal kembali bagaimana awal mula berdirinya Masjid Tiban Malang ini dan juga mitos-mitos yang banyak didengar oleh masyarakat.

Masjid Tiban Turen Malang memiliki arsitektur yang cukup unik dan menarik. Luas wilayah Masjid Tiban Turen Malang ini juga cukup luas hingga dapat menampung pengunjung dari berbagai daerah. Masjid yang belokasi di Jalan KH. Wachid Hasyim, Gang anggur, Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang ini memiliki daya tarik yang cukup kuat untuk mendatangkan pengunjung. Kekuatan mitos yang berkembang di masyarakat membuat masjid ini selalu ramai dikunjungi. Tidak hanya dari Malang saja, pengunjung yang hadir juga datang dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Bangunan Masjid Tiban Turen Malang menjadi satu kesatuan sejarah Pondok Pesantren Salafiah Biharu Bahri Asali Fadlaaili Rahmah. Masjid berasitektur unik ini memiliki 10 lantai. Hal tersebut berdasarkan laporan dari Menara62.com, yang menjelaskan bahwa bangunan utama pondok dan masjid ini mencapai 10 lantai.

Lantai satu sampai empat digunakan sebagai tempat kegiatan para santri pondokan, lantai enam seperti ruang keluarga. Sedangkan lantai lima, tujuh, dan delapan terdapat toko-toko kecil yang dikelola oleh para santriwati(santri wanita) untuk menjajakan berbagai macam makanan ringan dengan harga terjangkau. Selain itu dijual juga pakaian seperti sarung, sajadah, jilbab, tasbih, dan sebagainya. Di dalam pondok pesantren ini juga terdapat berbagai jenis binatang seperti kijang, monyet, kelinci, dan aneka jenis ayam serta burung.

Tampak Atas Menara Arsitektur Masjid Tiban Malang (Gambar diambil dari blog Ichafaaizah.com)

Banyak pengunjung yang datang dari berbagai daerah datang ke Masjid Tiban ini untuk menyaksikan secara langsung megahnya bangunan ini. Beberapa dari mereka ada yang datang ke masjid ini untuk membuktikkan secara langsung kebenaran mitos-mitos yang beredar di masyarakat. Atau mungkin kamu sudah pernah mengunjungi masjid ini dan sempat berpikir bagaimana bisa masjid semegah ini dibangun hanya dalam satu malam saja?

Banyak sekali masyarakat yang menggabungkan sejarah dan mitos Masjid Tiban ini. Mulai dari pembangunannya yang dilakukan oleh bantuan jin, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan warga setempat yang juga tidak mengetahui bagaimana persisnya masjid tersebut dibangun.

Namun yang pasti masjid ini sebenarnya berdiri atas buatan manusia. Seperti yang diungkapkan Sulistyo warga Turen pada Phinemo.com. “Dulunya saat pembangunan memang tertutup, jadi saat dibuka sudah setengah jadi. Warga juga melihat mobil colt masuk membawa bahan bangunan, tetapi sepertinya tidak banyak. Kalau alat berat memang tidak pernah ada. Tapi tiba-tiba sudah jadi bangunan besar,” terangnya. Dari situ lah kemudian banyak menimbulkan rasa penasaran masyarakat karena Masjid Tiban dibangun dengan cepat dan tertutup.

Arsitekur Masjid Tiban Malang merupakan hasil istikharah pemilik pondok pesantren yakni KH. Achmad Bahru Mafdloludin Sholeh. Untuk menjadi bangunan Masjid Tiban Malang seperti saat ini, tentu saja tidak instan. Proses pembangunannya membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Menurut laporan dari Menara62.com, pada tahun 1978, sudah mulai ada santri yang menetap di pondok ini dan pada tahun itu lah proses pembangunan pondok mulai dilakukan. Akan tetapi pembangunannya hanya sebagian kecil saja dan terkesan apa adanya. Proses tersebut dilakukan hingga tahun 1992.

Namun setelah itu, proses pembangunan sempat terhenti dan baru dimulai lagi pembangunannya tahun 1998 sampai awal tahun 1999, hal tersebut ditandai dengan aktivitas ngecor dan pembuatan jalan serta pos.

Setelah proses pembangunan masjid separuh jadi, masyarakat kemudian banyak mengunjungi masjid tersebut. Karena pembangunannya yang cepat dan tertutup, masyarakat menyebut masjid ini sebagai Masjid Tiban, yang mana arti Tiban adalah datang atau hadir secara tiba-tiba. Hal tersebut juga akhirnya menggiring masyarakat pada mitos bahwa masjid ini ada secara tiba-tiba tanpa diketahui oleh masyarakat. Berbeda dengan proses pembangunan masjid megah umumnya, membutuhkan arsitek beserta alat berat dan bahan bangunan yang banyak. 

Lorong Pintu Masuk Masjid Tiban Turen Malang (Gambar diambil dari web Gotripina.com)

Jika kamu pernah mendengar mitos-mitos tentang Masjid Tiban Malang, ada baiknya kamu juga menyimak bagaimana fakta yang sebenarnya terjadi disini.  Seperti pemaparan oleh Musthofa dalam artikel penelitian yang dilakukannya membenarkan beberapa mitos yang berkembang di masyarakat yaitu pertama, menurut berita yang berkembang bahwa pondok ini mengajarkan aliran-aliran sesat; tidak boleh Salat, laki-laki dan perempuan jadi satu, tidak ada Salat Jumat dan lain sebagainya.

Nyatanya justru pondok ini berusaha membangun kesadaran masyarakat agar kembali kepada ajaran Allah, simbol yang digunakan oleh sang Kiai sangat mengena pengunjung secara psikologis.

Kedua, menurut berita yang muncul di masyarakat sekitarnya bahwa pondok ini dibangun berkat jasa makhluk halus atau bisa dibilang karena bantuan jin. Ada juga yang mengatakan pondok ini mumbul atau terbang sendiri. Kenyataannya pondok ini dibangun atas infak dana pribadi KH. Ahmad dan infak para jamaah. Hal ini senada dengan ungkapan bahwa sumber dana utamanya berasal dari Romo Kiai sendiri, selain itu juga ada dari para jamaah yang memang mengijinkan membangun pondok ini.

Ketiga, adanya tanggapan masyarakat sekitarnya bahwa pondok ini mempunyai pedoman kitab sendiri. Kenyataannya pondok ini mempunyai dasar pengajaran yang megajarkan kitab tasawuf dan tafsir.

Bagaimana Ker dengan ulasan di atas, sudah cukup jelas kan? Jadikan Masjid Tiban Turen Malang sebagai destinasi wisata religi kamu selanjutnya ya. Di sini kamu dijamin akan dibuat takjub dengan arsitektur lantai dan lorong masjid. Nah kalau kamu berkunjung ke Masjid Tiban Turen Malang ini, jangan lupa untuk berfoto-foto ya Ker! (Siw)

Penulis: Shofiyatul Izza Wahyuni

Editor: Rofidah Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *