Lestari Budaya di Pasar Topeng Melalui Hasil Karya

Kerajinan Topeng Malangan yang Bisa Dijual Sebagai Cinderamata (Gambar diambil dari web Traval.co)

DIORAMALANG.COM, 1 OKTOBER 2020 – Halo Ker! Sudah pernah dengar tentang wisata kampung tematik? Jika belum, nggak ada salahnya nih buat kamu untuk berkunjung ke salah satu kampung tematik yang ada di Malang yaitu Kampung Budaya Polowijen.

Tapi jangan salah Ker, disini kalian tidak hanya disuguhkan pemandangan karya budaya melainkan kamu juga bisa membeli hasil dari seni budaya Malang yaitu Topeng Malangan. Kamu bisa dapatkan Topeng Malangan melalui pengrajin Topeng Malangan sendiri di Pasar Topeng Polowijen. Sebelum membeli Topeng Malangan sebagai cinderamata, kuy intip sedikit tentang Pasar Topeng Polowijen.

Mulanya, Pasar Topeng Polowijen hadir ditengah-tengah wisata kampung tematik yaitu Kampung Budaya Polowijen. Adanya pasar ini merupakan hasil inovasi perkembangan untuk turut meramaikan wisata tematik Kampung Budaya Polowijen.

Senada dengan penjelasan Monica Rossalia Dewi dan Farida Nurani dalam Jurnal Penelitian yang mereka tulis, dijelaskan bahwa kampung ini berkembang menjadi kampung wisata budaya yang melestarikan kearifan lokal seperti pembuatan Topeng Malangan, pelestarian tarian daerah, belajar membatik motif Ken Dedes, belajar tembang Macopat dan sebagainya.

Namun tujuan utama dari adanya Pasar Topeng Polowijen ini adalah untuk mengenalkan budaya asli Malang berupa Topeng Malangan kepada para wisatawan. Kerajinan Topeng Malangan juga bisa dibeli oleh para pengunjung sebagai buah tangan.

Hal tersebut didukung dengan penjelasan dalam Malangtimes.com, dimana topeng tersebut bisa dipakai untuk menari maupun hiasan dalam rumah. Bahkan juga terdapat hiasan lain seperti gantungan kunci, hiasan meja, magnet lemari es dan lain-lain.

Di lain sisi, Pasar Topeng Polowijen memiliki keunikan tersendiri dimana kios yang digunakan untuk berjualan adalah rumah-rumah warga setempat yang sudah dihias semenarik mungkin untuk menarik perhatian pembeli. Rumah tersebut disulap menjadi galeri yang berisikan kriya seni dan kerajinan berbagai Topeng Malangan.

Untuk harga Topeng Malangan cukup bervariasi. Hiasan-hiasan kecil untuk menghiasi rumah dijual dengan harga paling murah Rp 15 ribu dan untuk Topeng Malangan yang digunakan sebagai atribut Tari Topeng dijual mulai dari Rp 500 ribu. Harga tersebut tidak bisa jadi patokan 100 persen ya Ker, karena semakin bagus kayu yang digunakan dalam membuat ukiran souvenir, maka semakin mahal juga harganya.

Meskipun Pasar Topeng Polowijen bukan jujukan utama wisatawan, akan tetapi letaknya yang berada di Kampung Budaya Polowijen terbilang strategis. Hal tersebut dikarenakan wisatawan tidak hanya menikmati nuansa pedesaan di kampung, tetapi mereka juga bisa mengenal dan membuat topeng khas Malang.

Keunikan tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang hingga saat ini masih menghidupkan Pasar Topeng Polowijen lewat kerajinan yang dihasilkan oleh para pengrajin.

Terbukti bahwa wisatawan yang datang untuk melihat dan belajar pembuatan Topeng Malangan tidak hanya dari dalam negeri melainkan juga dari manca negara.

Bahkan saat baru peresmian, pasar ini akan dihadiri oleh mahasiswa asing. Seperti laporan dari Eko Widianto kepada Terakota.id, menjelaskan bahwa Isa Ansori yang merupakan penggagas Kampung Budaya Polowijen menerangkan bahwa rangkaian peresmian pasar topeng ini akan dihadiri 60 mahasiswa asing dari 20 negara.

Oleh karena itu, dengan meluasnya jangkauan wisata Pasar Topeng Polowijen juga harus diimbangi dengan perkembangan di berbagai sektor. Salah satunya adalah dengan memberikan inovasi-inovasi baru terhadap karya seni yang dijual kepada wisatawan.

Salah satu inovasi sebagai pembaruan juga dipaparkan oleh Danang Haryo Widigdo dan Sayatman dalam Jurnal Sains dan Seni yang menjelaskan bahwa perlu sebuah pembaruan dalam produksi souvenir dengan teknik yang lebih efisien seperti penggunaan media collectible figure karakter Topeng Malangan.

Di sisi lain, peningkatan sumber daya manusia dalam berkomunikasi dengan wisatawan juga harus ditingkatkan. Hadirnya para wisatawan asing, harus diimbangi dengan penguasaan bahasa asing (bahasa Inggris). Hal tersebut ditujukan untuk memudahkan interaksi antara warga setempat dengan wisatawan asing sekaligus bisa menambah daya tarik tersendiri. Buat kamu yang penasaran dengan Pasar Topeng Polowijen, yuk datang dan beli Topeng Malangan pilihanmu Ker! (Awp)

Penulis: Alvien Wardhana Poernomo

Editor: Rofidah Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *