Seniman Asal Malang yang Mulai Terlupakan

Mbah Kariman Tidak Hanya Dikenal Sebagai Seniman Legenda, Namun Juga Salah Satu Maestro Seni Tradisional Yang Ditetapkan Pada Tahun 2007. (Gambar diambil dari web Ngalam.co)

DIORAMALANG.COM, 25 SEPTEMBER 2020 – Kesenian berasal dari kreativitas manusia yang unik serta dapat dinikmati oleh semua kalangan dari berbagai lapisan masyarakat. Para pelaku kesenian, baik modern maupun tradisional biasa disebut dengan seniman. Seniman juga dapat diartikan sebagai manusia yang mengalami proses kreatif, seni sebenarnya sudah hidup bertahun-tahun yang lalu dan terus mengalami perkembangan hingga detik ini.

Di Malang sendiri, sebenarnya banyak terdapat seniman yang karyanya sempat diapresiasi oleh banyak orang. Namun seiring berkembangnya zaman, sudah banyak seniman yang sudah mulai terlupakan. Berikut adalah beberapa seniman asal Malang yang kini keberadaannya sudah mulai terlupakan.

Mbah Kadam, Kepiawaian Dalam Mempertunjukan Seni Ludruk Membuat Dirinya Kini Diberi Gelar Maestro Pada Tanggal 26 Mei 2012. (Gambar diambil dari web Kompasiana.com)

Mbah Munawi (Mbah Wi), Meski Tidak Setenar Mbah Karimun. Namun Mbah Munawi Adalah Seniman Yang Juga Mendapat Gelar Maestro Dalam Bidang Topeng Malangan. Gelarnya Diperoleh Pada Tanggal 20 Januari 2015. (Gambar diambil dari web Batikmono.com)

Ono Sumarsono (Ono Gaff), Seniman Yang Satu Ini Sering Disebut Sebagai Seniman Baja. Karena Banyak Karyanya Yang Mengubah Baja Bekas Menjadi Karya yang Berkelas. (Gambar diambil dari blog Ikiseni)

Djoko Rendy, Sering Juga Disebut Seniman Kreatif. Karena Dia banyak Sekali Membuat Karya Topeng Malangan Dengan Bahan Yang Tidak Biasa. (Gambar diambil dari blog Indonesianow)

Tri Handoyo Merupakan Cucu Dari Mbah Karimun, Meski Tidak Sepiawai Dalam Menari Seperti Kakeknya. Bahkan Karya Topeng Malangan Buatanya Sudah Dikenal Hingga Internasional. (Gambar diambil dari web Indonesaga.com)

Maruto Septriono, Meski Namanya Jarang Terdengar. Namun Seniman Tiga Dimensi Ini Pernah Menjadi Kontributor Galeri Seni Di Italia Pada Tahun 2015 Silam. (Gambar diambil dari web Kumparan.com)

Didik Mangkuprojo Adalah Seniman Lawak Legenda Yang Tergabung Dalam Grub Lawak Srimulat, Pada Masa Jayanya Banyak Penonton Yang Dibuat Terpingkal-pingkal Karena Kelucuannya. (Gambar diambil dari web Ngalam.co)

Sutak Wardiono (Eyang Sutak), Merupakan Seniman Ludruk Yang Masih Aktif Dalam Melestarikan Kesenian Tradisional. Eyang Sutak Juga Memiliki Studio Sendiri, Bernama Studio Jiwa Yang Berada Di Jalan Candi Telaga Warna, Mojolangu, Kota Malang. (Gambar diambil dari web Ngopibareng.id)

Sadikin Pard, Merupakan Seniman Asal Malang Yang Patut Dijadikan Contoh Teladan. Karena Dengan Keterbatasannya, Sadikin Mampu Membuktikan Bahwa Berkarya Bisa Dilakukan Dengan Berbagai Cara. (Gambar diambil dari web Indana.co.id)

Chairul S Sabaruddin, Merupakan Seniman Pensil Yang Tidak Hanya Tersohor Di Malang. Namun Juga Di Kancah Internasional, Bahkan Dirinya Pernah Masuk Majalah Asian Art Singapura Pada Tahun 2010. (Gambar diambil blog Irulpencilwarna)

Khilmi Ardiansyah, Karya yang Dihasilkannya Selalu Berhubungan Dengan korek Api. Karena Ide Kreatifnya Ini, Khilmi Kerap Diundang Dalam Beberapa Stasiun Televisi. (Gambar diambil dari web Merdeka.com)

Denis Suwarno Merupakan Seniman Wayang Kulit Yang Sudah Mulai Jarang Di Temukan Di Malang. (Gambar diambil dari web Terakota.id)

Penulis: Syaifudin Zuhri

Editor: Shofiyatul Izza W

4 thoughts on “Seniman Asal Malang yang Mulai Terlupakan

    1. Hai kak terima kasih atas feedbacknya, jangan lupa untuk share ya supaya semakin banyak anak muda terinspirasi menjadi seniman 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *