Setelah Beristirahat Cukup Lama, Pertunjukan Seni Tradisional Akhirnya Kembali Diadakan

Salah Satu Pertunjukkan dalam Gelaran Seni Budaya di Pujon, Malang (Gambar diambil oleh Alvien Wardhana)

DIORAMALANG.COM, 1 SEPTEMBER 2020 – Gelaran seni budaya dari Jaya Sakti dalam suasana pandemi ini disambut antusias oleh para warga yang sudah lama menanti. Pagelaran ini berlangsung di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada Senin, 31 Agustus 2020 yang dimulai dari jam 20.00 WIB hingga tengah malam. Meskipun dihadiri banyak penonton, pagelaran tetap diadakan dengan mengedepankan protokol kesehatan. Devin Andi Sinata yang merupakan salah satu pemain dalam pertunjukan menjelaskan, bahwa acara ini dilakukan dengan tujuan ruminan (pertunjukkan). Walaupun masih dalam suasana pandemi, ternyata tidak mengurangi keseruan dan keramaian pada acara ini.

Tujuan diadakannya pementasan ini ternyata dalam rangka rutinan malam selasa kliwon. Devin juga menjelaskan, untuk melakukan acara, para pemain beserta para pembina ternyata harus meminta izin terlebih dahulu kepada Danyangan (leluhur setempat) lalu dilanjutkan dengan pembuko (pembukaan acara).

Setelah proses meminta izin selesai barulah pertunjukan dimulai, awal acara pagelaran ini menampilkan Tari Kuda Lumping, lalu dilanjutkan dengan pertunjukan Reog Ponorogo dan yang terakhir acara Kalapan (kesurupan).

Acara berlangsung dengan sangat meriah dimana tembang Jawa dihadirkan sebagai pembuka. Kemudian, masyarakat mulai antusias ketika pementasan Jaranan di mulai. Suasana juga menjadi semakin pecah dan ramai ketika pementasan reog yang disusul dengan kalapan. Meskipun suasana berlangsung ramai, namun pagelaran tetap berjalan dengan tertib.

Akan tetapi, suasana pagelaran seketika berubah menjadi mistis ketika memasuki pertunjukan yang dinamakan Kalap (kesurupan). Akan tetapi, antusias masyarakat yang besar membuat suasana mistis tidak terasa karena suasana yang seru dan sangat menarik untuk disimak.

Masyarakat yang menyaksikan pagelaran seni pertunjukan terbilang cukup ramai. Bahkan diantaranya ada juga yang masih balita, alasan mengapa warga setempat sangat antusias dalam menghadiri acara pagelaran ini, ternyata dikarenakan luapan rasa rindu mereka akan hiburan atau pertunjukan seni tradisional.

Di lain sisi, memang pertunjukkan seni budaya ini sangat mengundang banyak perhatian dengan sajian-sajian yang menarik. Selain sebagai hiburan, tentu pertunjukkan ini sebagai bentuk pelestarian.

Melalui pagelaran ini, diharapkan pertunjukan seni tradisional dapat kembali diselenggarakan karena masih banyaknya minat masyarakat akan seni pertunjukan tradisional. Selain itu dengan terselenggaranya pagelaran ini, secara tidak langsung juga dapat dijadikan sebagai alternatif pengenalan dan pengingat kembali akan seni budaya.

Salah satunya adalah seni budaya Jaranan yang saat ini sudah mulai jarang dimainkan. Apalagi melihat antusias dari para penonton yang hadir ternyata dari berbagai kalangan usia, sehingga sangat cocok bila dijadikan alternatif untuk memperkenalkan kebudayaan kepada para generasi muda.

Tentunya dengan adanya pagelaran ini, diharapkan mengembalikan seni budaya yang perlahan mulai terkikis. Tidak hanya dari masyarakat, harapan tersebut juga muncul pada pelaku seni budaya ini.

“Semoga pada kebudayaan seperti ini selalu ada yang meneruskan atau melestarikan dan semoga selalu sukses kedepannya,” ujar Bopo Kurwoko, pembina Jaya Sakti.

Melihat antusias masyarakat, seni budaya yang dihadirkan oleh Jaya Sakti sangat menarik dan harus terus dipertahankan guna lestarinya seni budaya. (Syz)

Penulis: Syaifudin Zuhri
Edtior: Shofiyatul Izza W

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *