Perkenalkan Kearifan Lokal Melalui Pameran Virtual

Pameran Virtual yang Diselenggarakan Oleh Museum Ganesya (Gambar diambil dari Instagram/museumganesyamalang)

DIORAMALANG.COM, 1 SEPTEMBER 2020 – Kondisi pandemi yang masih melanda hingga kini masih menjadi hambatan bagi masyarakat Malang dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Namun hal tersebut tidak menjadi halangan bagi Museum Ganesya dalam mengenalkan budaya kearifan lokal Malang yaitu Topeng Malangan. Melalui pengoptimalan media sosial Instagram, Museum Ganesya memunculkan kreatifitas dengan menampilkan pameran virtual.

Pada Selasa, 1 September 2020 Museum Ganesya memamerkan Topeng Malangan dengan karakter Panji Pamecut, dimana juga terdapat penjelasan tentang topeng tersebut. Tujuan dilakukan pameran tersebut adalah untuk mengenalkan Topeng Malangan lebih jauh kepada pemirsa Instagram Museum Ganesya.

Bentuk Pameran Virtual yang Dilengkapi dengan Penjelasan dari Topeng Malangan tersebut (Gambar diambil dari Instagram/museumganesyamalang)

Adanya pameran ini sebagai bentuk pelestarian yang kreatif dimana masyarakat yang aktivitasnya terbatas karena pandemi, masih bisa menikmati koleksi yang ada di Museum Ganesya berupa Topeng Malangan. Adanya pameran virtual tidak terlepas dari peran tim kreatif Museum Ganesya yang juga memiliki harapan tersendiri dengan adanya pameran ini.

“Harapan nya setelah seluruh masyarakat yang telah menyaksikan pameran virtual ini masyarakat bisa mengenal lebih jauh tentang koleksi koleksi museum yang telah dilakukan dalam upaya pendekatan kepada masyarakat. Karena kami pun selain memamerkan virtual tapi juga kami telah re-opening bahkan ketika masyarakat penasaran dengan pameran virtual yang telah kami pamerkan ini, mereka bisa berkunjung dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah di Museum Ganesya Malang,” ujar tim kreatif Museum Ganesya kepada Dioramalang.com.

Adanya pameran virtual tersebut juga disambut baik oleh para pemirsa Instagram Museum Ganesya. Salah satunya yaitu Reza Akbar dimana ia mengatakan tentunya di tengah ketidakpastian dunia saat ini, pameran virtual menjadi alternatif dan saya rasa perlu di contoh oleh pengelola museum yang lain dan semoga kedepannya semakin banyak yang menyelenggarakan event yang sama.

Gebrakan virtual yang dilakukan oleh Museum Ganesya dalam rangka memperkenalkan koleksi museum yang sekaligus melestarikan budaya asli Malang, merupakan hal yang sangat kreatif dan tentunya positif. Hal tersebut bisa menjadi contoh yang baik dalam memperkenalkan kembali kearifan lokal Malang berupa Topeng Malangan ini. (Awp)

Penulis: Alvien Wardhana P

Editor: Rofidah Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *