Kenikmatan Soto Daging Rahayu yang Tak Lekang oleh Waktu

Soto Daging Rahayu yang Menggugah Selera (Gambar diambil dari instagram/mariskaannastasia)

DIORAMALANG.COM, 13 AGUSTUS 2020 – Selain menikmati kecantikan pemandangan yang ditawarkan, rasanya tak lengkap jika berwisata ke Kota Malang tanpa menikmati kenikmatan beragam kulinernya. Kota ini memang dijuluki sebagai surganya wisata kuliner. Bermacam jenis kuliner banyak yang berasal dari sini, mulai dari jenis makanan yang manis sampai makanan berkuah yang menggugah selera.

Hal ini juga sesuai dalam jurnal yang ditulis oleh M Haris Adiansyah dkk, dikatakan bahwa  Malang merupakan kota yang terletak di Jawa Timur yang memiliki keanekaragaman budaya sebagai aset kekayaan daerah dan harus dikembangkan seoptimal mungkin. Malang memiliki beberapa tempat wisata dan kuliner yang menarik untuk dikunjungi. Namun kali ini kami akan mengajak kamu untuk mengenali jenis makanan berkuah yang cocok dinikmati pada suasana sejuk dan dinginnya Malang.

Suasana tadi akan menjadi lebih nikmat apabila sembari menyantap kuliner yang berkuah panas sekaligus segar, dengan ditemani segelas es teh akan semakin lebih sempurna. Salah satu makanan itu adalah Soto Daging Rahayu yang kabarnya soto ini telah ada sejak tahun 1928 lo Ker. Wah berarti sebelum Indonesia Merdeka sudah ada yaa, namun apa sih sebenarnya keunikan soto tersebut? Kuy disimak kelanjutannya!

Pada sebuah Karya Tulis Ilmiah yang ditulis oleh Fery Andri Asmawan, dijelaskan bahwa kuliner adalah suatu bagian hidup yang erat kaitanya dengan konsumsi makanan sehari-hari karena setiap orang memerlukan makanan yang sangat dibutuhkan sehari-hari. Mulai dari makanan yang sederhana hingga makanan yang berkelas tinggi dan mewah. Seperti Soto Daging Rahayu yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Semua itu, membutuhkan pengolahan yang serba berkualitas dan bergizi. Soto sendiri adalah salah satu jenis makanan tradisional yang dapat dijumpai di berbagai wilayah di Indonesia tak terkecuali di Jawa.

Makanan berkuah satu ini memiliki isian yang tak jauh berbeda dari soto daging biasanya. Isian tersebut terdiri dari bihun, daging yang diiris berbentuk persegi, toge, irisan seledri, kuah gurih, bawang goreng, sambal, dan ditaburi perasan jeruk nipis.

Pembeda dari Soto Daging Rahayu dengan soto daging biasa yaitu pada tambahan telur rebus yang diiris lalu ditaburkan di atas hidangan soto. Hal ini tentunya membuat soto semakin nikmat untuk disantap.

Seperti nama yang dimiliki, warung ini memang khusus menjual soto daging. Rasa soto yang mantap dan gurih menjadi sebuah alasan soto daging ini masih berdiri dari masa penjajahan sampai sekarang, dan dianggap soto paling legendaris di Kota Malang.

Namun dahulu soto ini pertama kali dijual pada sekitar tahun 1928. Saat itu yang mendirikan usaha makanan ini adalah Supiatun, nenek dari Hj. Puji Astutik yang saat ini melanjutkan usaha soto tersebut. Dahulu neneknya menjual soto tersebut bersama kakeknya, awal dagangan itu dijual dengan cara dipikul dan berkeliling lokasi yang dilewati. Selang beberapa waktu kedepan, mereka mulai menetap di Pasar Besar, Kota Malang.

Pasangan Suami Istri yang Menciptakan Soto Rahayu (Gambar diambil dari web Travelingyuk.com)

Pemberian nama ‘Rahayu’ sendiri diberikan oleh sang nenek agar menjadi sebuah doa bagi anak cucu dan keturunan berikutnya. Rahayu memiliki arti selamat dan tentram. Jadi dengan memberikan nama tersebut, diharapkan usaha tersebut dapat memberikan keselamatan dan ketenteraman bagi keluarga dan keturunannya.

Akan tetapi dahulu juga ada kisah jatuh bangun yang harus dihadapi sang Nenek dalam usaha dagangannya pada masa penjajahan sampai masa kemerdekaan. Dikutip dari Kompasiana.com, pada masa penjajahan itu, banyak tantangan yang dihadapi. Salah satunya, sulitnya mendapatkan daging sebagai bahan baku soto. Pada masa itu, daging bukanlah jenis makanan yang lazim dikonsumsi oleh rakyat jelata. Namun, kesungguhan Soto Daging Rahayu membuat kuliner yang satu ini mendapatkan banyak pelanggan setia.

Ciri yang dimiliki dari soto ini terletak dalam penggunaan koya dari kelapa parut yang disangrai. Koya yang digunakan menghadirkan rasa gurih yang nikmat saat dipadukan dengan kuah yang berbumbu khas. Selain itu, kuah soto tersebut diberi santan, membuat penampilan kuah soto tadi lebih mantap.

Usaha soto ini telah diwariskan secara turun-temurun di Keluarga Hj. Puji Astutik. Setelah neneknya meninggal usaha ini dilanjutkan oleh orang tua Tutik, lalu baru diteruskan oleh Tutik sampai sekarang namun saat ini Tutik juga tengah menyiapkan anaknya untuk meneruskan estafet dalam usaha keluarganya.

Hj. Puji Astutik yang Saat ini Mengelola Soto Daging Rahayu (Gambar diambil dari web Republika.co.id)

Dari generasi pertama sampai generasi ketiga, Pasar Besar menjadi lokasi tetap berjualan keluarganya. Tapi saat terjadi kebakaran di Pasar Besar pada tahun 2016 membuat warungnya berpindah ke Kedungkandang.

Seperti yang dilaporkan oleh Jatimtimes.com, perpindahan lokasi ini membawa dampak terhadap jumlah penjualannya. Puji menuturkan saat ini ia bisa menjual sekitar 15 porsi saja setiap harinya. Padahal, semasa ia berjualan di Pasar besar ia bisa menjual sedikitnya 200 porsi hanya dalam sehari saja. “Pas pindah mulai kurang, sekarang ya minimal 15 porsi sehari, kalau dulu di pasar besar minimal 200 porsi sehari,” ujarnya.

Warung ini buka mulai pukul 06.00-21.00 WIB, tentunya makanan satu ini sangat cocok disantap di waktu pagi sampai malam. Jika kamu yang ingin mencicipi soto daging itu cukup membayar Rp 12 ribu sampai Rp 15 ribu saja per porsi, dijamin kamu akan kenyang Ker. Jadi bagi kamu yang sudah penasaran dengan kenikmatan soto tersebut langsung saja datang ke Jalan Mergosono gang 7, kota Malang. (Fiq)

Penulis: Moh. Fiqih Aldy Maulidan

Editor: Rofidah Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.