Hotel Tugu Malang, Mengingat Kembali Rumah Pada Masa Lalu

Hotel Tugu Malang, Berada di Jalan Tugu Nomor 3, Kota Malang, Jawa Timur (Gambar diambil dari web Tindaktandukarsitek.com)

DIORAMALANG.COM, 10 AGUSTUS 2020 – Sudah biasa ditemukan, hotel atau penginapan pada saat ini yang menggunakan ornamen-ornamen dan konsep modern. Begitu juga dengan service atau pelayanan di dalamnya yang juga memberikan kesan modern. Namun kali ini di jantung Kota Malang terdapat sebuah hotel berbintang, yang akan membawa kita kembali merasakan suasana di rumah zaman dahulu. Hotel yang dikenal dengan sejarahnya ini memiliki nama Hotel Tugu Malang.

Konsep pada Hotel Tugu Malang bagaikan rumah di masa lalu Ker. Arsitektur pada hotel ini memberikan sentuhan vintage. “Konsep hotel kami adalah rumah besar, di mana tamu kami sambut seperti keluarga yang datang dari jauh. Di sini tamu juga tidak sekedar tidur dan makan, tetapi juga bisa mengenal dan mempelajari sejarah kita yang begitu banyak dan semoga menjadi tak terlupakan,” jelas Human Resource Manager Hotel Tugu Malang, Ilham yang dikutip dari Kompas.com.

Selain penginapan, hotel ini juga dikonsep seperti museum yang menyimpan barang-barang unik dan antik pada setiap ruangnya. Bukan hanya sebagai pajangan yang dipertontonkan saja, namun banyak sekali kisah menarik pada setiap barang antik yang tersimpan.

Di dalam Hotel Tugu Malang ini setidaknya ada tujuh ruangan yang digunakan untuk memamerkan barang antik tersebut. Diantaranya yaitu, Ruang Raja, Bangsal Merah, Ruang Baba, Tirta Gangga, dan Ruang Soekarno.

Koleksi Barang Antik dan Unik di Hotel Tugu Malang (Gambar diambil dari web Misteraladin.com)

Kebanyakan barang-barang koleksi di ruangan tersebut merupakan barang antik dari pendiri Tugu Group. Ia adalah Anhar Setjadibrata, merupakan kerabat dekat dengan Oey Tiong Ham, seorang raja gula dari Semarang. Banyak dari koleksi di Hotel Tugu Malang adalah benda warisan keluarga Oey yang merupakan peranakan China-Jawa.

Dari sekian banyaknya barang unik dan antik yang tersimpan di setiap sudut ruangan Hotel Tugu Malang, terdapat salah satu lukisan unik yang menyita perhatian pengunjung untuk melihatnya. Dan di sudut itu pula membuat suasana di sekitar ruangan menjadi sedikit menyeramkan.

Penjelasan dari Phinemo.com, salah satu yang membuat suasana menjadi sedikit menyeramkan adalah keberadaan lukisan tua yang bergambar wanita berbaju putih dengan rambut panjang yang tergerai. Sosok wanita ini konon adalah Oei Hui Lan, seorang putri dari raja gula yang bernama Oei Tiong Ham.

Foto Sosok Oei Hui Lan Putri Kesayangan Oei Tiong Ham, yang Berada di Hotel Tugu Malang (Gambar diambil dari web Phinemo.com)

Oei Hui Lan merupakan peranakan pribumi dan Bangsa China, ayahnya seorang raja gula di Asia Tenggara yang menikah dengan bangsawan pribumi bernama Raden Ajeng Kasinem saat berusia 17 tahun. Oei Hui Lan hidup dengan bergelimang harta, pada awal abad ke-20 dan dinobatkan sebagai wanita berbusana terbaik oleh Majalah Vogue tahun 1943. Foto tersebut diambil di London pada tahun 1944.

Foto sosok Oei Hui Lan ditempatkan berada di sudut ruangan khusus yang juga dipenuhi dengan artefak antik dan langka dari periode Dinasti Han dan Dinasti Qing. Lukisan tersebut sengaja diletakkan ditempat khusus, karena ini sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga Oei Tiong Ham.

Dikabarkan dari Malangtimes.com, Oei Tiong Ham dikenal oleh pengusaha lokal dan mancanegara sebagai raja gula. Salah satu pabrik gula yang dulu dimilikinya adalah Pabrik Gula Krebet yang berada di Kabupaten Malang. “Bapak dari Oei Hui Lan (Oei Tiong Ham) masih memiliki hubungan darah dengan pemilik Hotel Tugu,” kata Crescentia, Executive Assistant Manager Hotel Tugu Malang.

Dari pertanyaan itulah, tidak heran jika foto Oei Hui Lan memiliki tempat khusus untuk dipamerkan. Selain parasnya yang ayu, kekayaan ayahnya juga salah satu hubungan antara Tugu Group dengan Oei Tiong Ham.

Salah Satu Tipe Kamar Hotel Tugu Malang (Gambar diambil dari web Misteraladin.com)

Nuansa tempo doeloe pada Hotel Tugu Malang masih sangat kental. Bahkan keunikannya pun sudah bisa kamu lihat ketika memasuki jalan menuju hotel ini. Pintu masuk atau entrance pada Hotel Tugu Malang tampak tersembunyi.

Di awal ketika kamu memasuki hotel ini, kamu akan disambut dengan rindangnya pohon-pohon besar yang menambah suasana menjadi sejuk. Terlebih lagi di lobby utama hotel kamu juga disambut oleh staf-staf yang ramah, bahkan staf wanita yang mengenakan pakaian tradisional kebaya.

Berdasarkan informasi dari Ongistravel.com, desain interior Hotel Tugu Malang didominasi warna merah, putih, dan cokelat. Beberapa pajangan khas Indonesia juga tersebar, seperti lukisan hingga ukiran kayu. Jumlah kamar di hotel tidak banyak, yakni hanya 49 kamar saja. Namun mereka menyediakan beberapa tipe dengan tema yang memukau. Di antaranya adalah, Executive Deluxe, Zamrud Suite, Babah Suite, Devata Suite, Honeymoon, Raden Saleh Suite, dan Asoara Suite.

Desain Interior Pada Salah Satu Tipe Kamar Hotel Tugu Malang (Gambar diambil dari web Misteraladin.com)

Meskipun konsep pada setiap tipe kamar Hotel Tugu Malang berbeda, selalu dinikmati oleh setiap pengunjungnya. Seperti yang dijelaskan oleh Christian Andre dalam jurnal penelitian yang ia tulis, bahwa konsep tersebut sangat dinikmati dan disukai oleh tamu dan berpengaruh positif terhadap tingkat hunian Tugu Hotel Malang.

Adapun layanan pada setiap kamar hampir sama. Seperti pendingin ruangan (AC), balkon, mini bar, penghangat untuk teh dan kopi. Selain itu kamu juga dapat menikmati tayangan dari televisi, layanan pijat di kamar pada pihak hotel, juga koneksi wifi gratis. Rata-rata tarif harga pada setiap tipe kamar berbeda, berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah per malam.

Fasilitas Umum Kolam Renang Hotel Tugu Malang (Gambar diambil dari web Misteraladin.com)

Selain itu, adapun fasilitas umum yang juga kamu nikmati. Diantaranya yaitu kolam renang, spa atau perawatan tubuh dan kecantikan, sewa sepeda untuk mengelilingi sekitar hotel, taman untuk berkumpul dengan teman atau keluarga, dan juga terdapat perpustakaan dengan koleksi buku yang bagus.

Dan sebelum masuk ke dalam kamar pilihan, kamu akan diajak untuk mengelilingi setiap sudut ruangan yang terdapat benda-benda antik dan unik disimpan.

Berdasarkan pemaparan Aidaraga dkk dalam jurnal penelitian, Hotel Tugu Malang yang memposisikan dirinya sebagai salah satu boutique hotel, dimana selain sebagai tempat penginapan, juga merupakan sebuah boutique tempat hotel memamerkan atau menjual barang-barang antik yang disertai konsep interior hotel yang merefleksikan kesenian, sejarah, dan kemewahan kultur budaya Jawa. Disamping itu, terdapat tiga faktor yang paling mendominasi keputusan mereka untuk menginap di Hotel Tugu Malang, yaitu:

1. Faktor kualitas pelayanan hotel yang sangat memuaskan.

2. Konsep eksterior dan interior hotel yang menonjolkan sisi budaya sangat bagus atau menarik.

3. Suasana hotel yang asri dan menyenangkan.

Jadi apakah kamu tertarik untuk menginap di Hotel Tugu Malang? Dijamin deh jika kamu menginap di hotel ini, kamu akan merasa bagaikan menginap di rumah masa lalu. Jangan lupa untuk melihat langsung foto Oei Hui Lan ya Ker. (Siw)

Penulis: Shofiyatul Izza W

Editor: Rofidah Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *