Malang Punya Wisata Edukatif bertema Wayang

Lukisan di Salah Satu Rumah Warga di Kampung Wayang (Gambar diambil dari web Indonesiabagus.co.id)

DIORAMALANG.COM, 26 JULI 2020 – Kian banyak konsep kampung tematik di Kota Malang saat ini. Sesudah adanya Kampung Biru Arema, Kampung 3G, dan Kampung Warna-Warni Jodipan, kali ini bertambah lagi kampung tematik  yang ada di Kota Malang dengan mengusung tema yang berbeda. Kampung itu disebut Kampung Wayang.

Kampung ini berada di Jalan Kelapa Sawit RT 5 RW 3 Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang ini dibangun oleh para warganya sendiri. Kampung ini mulanya didirikan berkat inisiatif salah satu warga dari kecamatan Sukun, Kota Malang yang bernama Ferry.

Sebelum menjadi kampung wayang dulunya daerah ini merupakan pemukiman padat penduduk yang diubah menjadi kampung edukasi. Kemudian muncul inisiatif untuk membuat mural bergambar wayang yang diaplikasikan ke tembok-tembok rumah warga khususnya RT 5 khusunya Gang 6 dan Gang 7.

Setiap rumah warga dilukis dengan gambar berbagai macam karakter wayang Jawa. Hal ini dilakukan untuk tujuan membranding kampung.

Pemaparan dari Jurnal karya Ercilia Rini Octavia dan Anugrah Irfan Ismail, menjelaskan bahwa destination branding sebagai seperangkat asosiasi merek yang dapat menjadi tanda pengenal atau pembeda suatu lokasi dengan menawarkan pengalaman berwisata yang mengesankan pada lokasi tersebut. Seperti kampung Wayang ini yang memberikan pengalaman wisata yang berbeda serta mampu mengedukasi para wisatawan.

Dalam pembuatan mural sketsa wayang sendiri dikerjakan oleh Saiman, warga Kampung Wayang. Pada saat proses pembuatan karya seni tersebut ditembok-tembok rumah warga dibagi menjadi beberapa kelompok.

Ada yang bertugas untuk menebalkan sketsa dengan menggunakan lem dan semen yang telah dicampur, dan ada pula yang melanjutkan proses cat gambar-gambar wayang sehingga karakter nampak lebih nyata.

Sumanto sebagai salah satu tokoh masyarakat yang dianggap sesepuh di daerah itu menyatakan bahwa filosofi dari karakter wayang merupakan gambaran aktivitas masyarakat di daerah tersebut.

Seperti yang termuat dalam Liputan6.com, sosok Srikandi seorang kesatria perempuan dari kubu Pandawa misalnya, layak disematkan pada ibu-ibu yang aktif di PKK. Para pemuda di karang taruna yang berbuat positif untuk kampung adalah sosok Abimanyu. “Secara filosofis karakter pewayangan itu tetap sesuai dengan kondisi hari ini,” ujar Sumanto.

Sebelum mengunjungi kampung ini, ada baiknya buat kamu untuk tahu lebih dalam berbagai macam tokoh dan karakter wayang. Wayang yang ada di kampung ini kebanyakan adalah karakter pewayangan Punokawan seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.

  • Semar

Salah satu tokoh yang memiliki kehidupan yang abadi. Semar adalah sosok yang bijak dan sabar. Dalam karakternya kepala serta pandangannya selalu menghadap keatas agar selalu mengingat sang kuasa 

  • Gareng

Penggambaran sosok karakter Gareng sendiri adalah mempunyai kaki yang pincang, supaya kita lehbih hati-hati jika merencanakan sesuatu atau bertindak. Matanya yang juling mengartikan ketidakmauannya melihat hal-hal buruk.

  • Petruk

Petruk memiliki karatker yang gemar bercanda, nama lain dari tokoh wayang satu ini yakni Kanthong Bolong yang suka memberi. Ia adalah sosok yang bisa mengasuh, merahasiakan masalah, pendengar yang baik, dan selalu membawa manfaat bagi orang lain.

  • Bagong

Tokoh ini digambarkan mempunyai perawakan yang pendek, gemuk, tetapi mata dan mulutnya lebar, digambarkan memiliki sifatnya yang lancang namun jujur dan sakti. Ia kerap kali melakukan sesuatu dengan terburu-buru. Dari sikap Baagong yang terburu-buru itu, seakan mengajarkan untuk selalu memperhitungkan apa yang hendak dilakukan, agar tidak seperti Bagong.

Muhammad Affan dalam karya ilmiahnya menjelaskan bahwa untuk memperkenalkan Kampung Wayang kepada masyarakat diperlukan sebuah identitas visual yang mampu dilihat oleh masyarakat itu sendiri yakni berupa logo, dimana menurut Heskett (2002:125) identitas visual mampu mengungkapkan ekspresi visual dan menunjukan citra usaha. Identitas juga dapat digunakan oleh seseorang, perusahaan, komunitas, organisasi, atau pun sebuah bangsa dalam menciptakan image tentang mereka.

“Anak muda sekarang ini kan belum tentu mengenal karakter wayang,” kata salah seorang warga, Saiman dikutip dari Terakota.id. Ini sesuai dengan keinginan warga yang melestarikan tradisi wayang dengan riang gembira, menyenangkan anak- anak.

Berbagai Lukisan yang Ada di Pemukiman Warga (Gambar diambil dari web Indonesiabagus.co.id)

Serta kampung ini juga terdapat sebuah sanggar seni yang memanfaatkan rumah salah satu warga yang kosong tak dihuni. Di sanggar ini, jadi tempat belajar membuat kaligrafi dengan pola wayang di medium bambu. Serta kerajinan berbahan limbah serabut kelapa.

Ia berharap melalui media lukisan ini anak-anak muda di Kota Malang tetap tak asing dengan budaya mereka sendiri. Tetap mengenal, memahami dan bahkan turut serta melestarikan budaya pewayangan dengan ikut terlibat dalam berkesenian. Tapi memang butuh proses agar semua warga bisa terlibat bersama menata kampung.

Gimana, menarik bukan? Kampung dengan konsep wayang jawa yang jadi tempat wisata sekaligus sarana edukasi ini cocok banget untuk dijadikan tempat berlibur dan belajar wayang Jawa. Jadi tunggu apalagi, segera jadwalkan waktumu untuk berkunjung ke Kampung ini ya Ker! (Fiq)

Penulis: Moh. Fiqih Aldy Maulidan

Editor: Rofidah Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *