Malang Kota Musik, Bikin Suasana Jadi Lebih Asik

Salah Satu Penampilan Musik di Lingkungan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (Gambar diambil dari web UMM.ac.id)

DIORAMALANG.COM, 26 JULI 2020 – Malang yang memiliki segala keindahan alam dan keberagaman sosio-budaya, ternyata juga memiliki cerita lain. Cerita tersebut adalah tentang hadirnya musik di Malang. Bahkan, masyarakat Malang memiliki selera yang tinggi terhadap musik.

Tak heran jika Malang menjadi tempat yang menakutkan bagi musisi-musisi yang hadir dengan karyanya. Namun, apakah hal tersebut masih berlaku hingga kini? Dan bagaimana musik di Malang saat ini? Mari simak ulasan berikut ini.

Pada mulanya, Malang tidak begitu saja menjadi daerah yang sangat akrab dengan musik. Khususnya daerah perkotaan yang menjadi pusat pergerakan seluruh aktifitas di berbagai sektor, salah satunya tentang musik.

Meskipun musik memiliki banyak genre, namun yang kental dengan Malang adalah musik rock dan hal ini terus mengalami pertumbuhan hingga melebar ke musik metal. Bahkan lebih spesifik, Malang juga memiliki julukan sebagai Kota Rock.

Hadirnya julukan tersebut dikarenakan beberapa alasan pendukung. Pertama, Malang telah menghasilkan musisi-musisi musik yang berkualitas, dan yang paling melejit adalah para musisi rock.

Berdasarkan laporan dari Tirto.id, Malang memiliki band rock pada saat itu diantaranya Bentoel Band dengan gitaris muda bernama Ian Antono, Abadi Soesman, hingga Sylvia Saartje.

Alasan kedua sebagai pendukung Malang sebagai Kota Musik adalah tumbuhnya masyarakat yang diselimuti oleh perkembangan musik sehingga musik telah mengiringi kehidupan masyarakat. Bisa dikatakan, kehidupan masyarakat tidak bisa terlepas dari musik.

Pernyataan pendukung oleh Theodorus Indra Samrize Laha dalam penelitiannya, menjelaskan bahwa Kota Malang telah menjadi kota yang dikenal sebagai kota seni dan musik menjadi salah satu seni yang sangat diminati oleh masyarakat Kota Malang.

Kemudian, alasan terakhir adalah adanya tunjangan pengadaan pergelaran musik sebagai wadah penyaluran karya bagi para musisi. Banyaknya tempat yang megah sehingga bisa menampung ratusan bahkan ribuan penonton, membuat musik bisa tersebar luas sehingga bisa mendapatkan penilaian dari masyarakat Malang akan kualitas karya seorang musisi.

Dari beberapa alasan tersebut, Malang berkembang menjadi barometer kualitas suatu karya musik khususnya musik dengan genre rock yang mengalami pertumbuhan pesat. Maka tidak heran banyak bermunculan musisi dari Malang baik musisi musik rock atau bahkan musisi dengan genre lain.

Ditambah lagi dengan kualitas selera tinggi masyarakat Malang, membuat para musisi khususnya aliran rock tidak akan melewatkan Malang sebagai tujuan penyaluran karyanya. Menilik penjelasan dari Terakota.id, bahwa para musisi rock tanah air dipastikan tak pernah melewatkan tampil di hadapan publik Malang.

Kini, eksistensi musik di Kota Malang masih banyak dijumpai. Mulai dari acara besar dengan panggung yang megah hingga acara kecil dengan kapasitas panggung yang sederhana. Bahkan tidak hanya aliran rock saja, akan tetapi banyak juga bermunculan musisi baru dengan aliran-aliran musik yang kekinian seperti pop, folk, dan indie.

Hidupnya musik di Malang seakan-akan tidak bisa terlepas dari kehidupan masyarakat. Dalam situasi apapun, musik selalu hadir dak ikut tumbuh bersama masyarakat. Bahkan musik juga memiliki peran dalam mengajak masyarakat kepada sesuatu yang lebih baik. Salah satunya seperti anjuran memakai masker oleh Wali Kota Malang pada saat wabah Covid-19, dimana anjuran tersebut disampaikan melalui pergelaran konser orkestra mini.

Hal tersebut termuat dalam Jatimtimes.com, dimana Wali Kota Malang, Sutiaji, melakukan sosialisasi gerakan mengenakan masker yang akan dikemas dalam konser atau orkestra mini yang bakal digelar di Balai Kota Malang. Tidak hanya itu, Wali Kota Malang juga menggandeng komunitas, musisi, dan seniman setempat untuk turut menggelar sosialisasi tersebut.

Di lain sisi, julukan Kota Musik bagi Malang ternyata juga berdampak kepada masyarakat. Pasalnya, mereka dapat memanfaatkan musik tidak hanya sebagai penghibur, melainkan juga sebagai pekerjaan.

Salah satunya dengan memanfaatkan destinasi wisata kuliner dimana selain bisa menyantap hidangan, pengunjung juga bisa menikmati alunan musik yang dimainkan oleh masyarakat setempat sebagai hiburan tersendiri.

Tidak hanya itu, julukan Kota Musik juga berpengaruh terhadap munculnya destinasi wisata edukasi tentang musik yaitu Museum Musik Indonesia. Museum tersebut menyuguhkan banyak sekali koleksi musik se-Indonesia.

Sejalan dengan penjelasan Moch. Nurfahul Lukmanul Hakim dalam Jurnal Pendidikan Sejarah, Museum Musik Indonesia dapat dijadikan sebagai wisata edukasi bagi masyarakat Malang untuk mengenal sejarah musik di Indonesia. Melalui Museum Musik Indonesia diharapkan agar masyarakat bisa mengetahui lebih banyak dan lebih dalam tentang musik di Indonesia.

Berlibur ke Malang dijamin bakalan bikin kamu enggan pulang. Karena ada banyak macam musik yang bisa kamu temukan di kota apel ini lo Ker. Jadi tunggu apalagi untuk berkunjung ke Malang? Pasti Asyik! (Awp)

Penulis: Alvien Wardhana Poernomo

Editor: Rofidah Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *