Kilau Malang Sebagai Surga Budaya yang Memukau

Salah Satu Pertunjukkan Budaya di Malang dengan Aneka Ragam Budaya (Gambar diambil dari web Beritalima.com)

DIORAMALANG.COM, 25 JULI 2020 – Pesona Malang yang indah tidak hanya tercermin dari destinasi wisatanya saja, melainkan juga dari keberagaman budaya yang ada. Sebagai salah satu kota tujuan para wisatawan, Malang telah mampu menyuguhkan berbagai budaya yang menawan.

Bukan hanya itu, Malang juga kuat akan toleransi budayanya, dimana perbedaan justru membuat budaya di Malang semakin beragam. Banyaknya budaya di Malang menjadi daya tarik tersendiri sehingga Malang menjadi daerah dengan 1000 budaya. Pasti pada penasaran kan kenapa Malang bisa menjadi daerah 1000 budaya? Simak ulasan berikut ya Ker!

Bukti bahwa Malang memiliki budaya yang beragam bisa dilihat dari banyaknya bentuk usaha pelestarian. Masuknya budaya ke dalam destinasi wisata, pertunjukan tradisional, bahkan festival menjadikan Malang memiliki banyak spot dalam menyuguhkan keberagaman budaya. Hal tersebut membuat masyarakat dan wisatawan tertarik dengan budaya-budaya yang dipertahankan.

Dari sisi destinasi wisata, munculnya wisata kampung tematik dengan konsep budaya merupakan satu upaya untuk mengenalkan serta mengingatkan kembali kepada para masyarakat setempat dan wisatawan bahwa budaya yang kita miliki sangatlah beragam. Selain sebagai bentuk pelestarian, adanya kampung wisata tematik dengan konsep budaya juga bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

Merujuk pada informasi yang termuat dalam Malangtimes.com, saat ini terdapat sekitar 20 lokasi tematik berbasis kampung yang menawarkan berbagai konsep. Dari sekitar 20 kampung tematik tersebut, mayoritas memiliki konsep budaya dan sisanya memiliki konsep sejarah dan religi.

Beberapa kampung yang menyuguhkan konsep budaya dan sedang naik daun hingga kini adalah Kampung Budaya Polowijen, Kampung Topeng dan Kampung Biru Arema. Selain tiga kampung tersebut, tentu saja masih banyak kampung tematik yang memiliki konsep budaya. 

Kemudian dari sisi pertunjukan tradisional, masih banyak pementasan-pementasan di Malang yang juga menghadirkan konsep budaya. Mulai dari pertunjukkan tari-tarian, seni drama, hingga musik tradisional. Berbagai pementasan tersebut bukan hanya sebagai hiburan semata, melainkan juga sebagai bentuk penjagaan agar budaya-budaya yang ada di Malang tidak terkikis oleh perkembangan zaman.

Uniknya, pementasan dengan konsep budaya yang identik dengan seni budaya tidak hanya berasal dari budaya Malang saja. Bahkan terdapat satu seni budaya khas Malang yang memadukan seni budaya daerah lain. Seperti penjelasan dalam Malang-guidance.com, dimana Wayang Topeng Malangan (Topeng Malang) merupakan wujud pertemuan tiga budaya diantaranya budaya Jawa Tengahan, Madura, dan Tengger.

Dan yang terakhir dari sisi perayaan melalui festival dimana Malang memiliki acara festival yang diadakan setiap tahunnya. Bahkan, dalam satu tahun bisa terdapat dua hingga tiga festival yang berbeda. Ditambah lagi selain menghadirkan budaya asli Malang, festival budaya juga menghadirkan seni budaya luar Malang. Salah satu festival yang hampir setiap tahun ada adalah Kirab Budaya dimana festival tersebut merupakan program pemerintah Malang agar masyarakat tidak lupa akan budaya tradisional.

Festival Kirab Budaya yang Diadakan Hampir Tiap Tahun (Gambar diambil dari web Cendananews.com)

Hingga kini, keragaman budaya di Malang semakin bertambah. Banyaknya masyarakat luar yang tinggal sementara di Malang, secara tidak langsung juga akan membawa budayanya. Namun, hal tersebut tidak lah menimbulkan kekhawatiran akan tergesernya budaya asli Malang. Justru datangnya budaya lain semakin mempererat Malang dengan julukan daerah 1000 budaya.

Meskipun demikian, usaha dalam melestarikan budaya harus tetap menjadi acuan agar semua budaya bisa memiliki porsi yang sama dalam pengenalannya. Dalam artian tidak ada satu budaya yang memiliki nilai lebih karena jika hal itu terjadi, maka budaya yang menarik akan lebih terjaga dibanding dengan budaya yang kurang menarik.

Pelestarian tersebut harus dilakukan secara serempak. Perlunya sinergi antara masyarakat dengan pemerintah atau bahkan dengan pihak lain, akan sangat memberikan efek positif untuk mempertahankan budaya. Senada dengan pernyataan Dyah Yusi Marsiatanti dalam penelitiannya, menjelaskan bahwa dalam menangani masalah kebudayaan, bukan hanya pemerintah saja yang bertanggung jawab, namun peran dari swasta dan masyarakat juga sangat dibutuhkan.

Berkat kentalnya pelestarian dan toleransi budaya di Malang, Pemerintah Provinsi memberikan apresiasi dengan memberikan wadah sebagai pusat kebudayaan se-Jawa Timur. Wadah tersebut bernama Taman Krida Budaya yang terletak di Kota Malang dan menjadi pusat kegiatan seni budaya.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dimas Bayu Berlianto, menjelaskan bahwa Taman Krida Budaya Malang merupakan satu-satunya obyek sebagai bentuk apresiasi kegiatan seni budaya bagi Kota Malang yang juga digunakan oleh kota-kota lain yang ada di Jawa Timur.

Nah pasti udah kebayang kan serunya mengenal budaya dengan berbagai keberagamannya? Liburan ke Malang nanti jangan sampai lewatkan untuk mengenal lebih jauh budaya-budaya tradisional ya Ker! Terus Budidaya Berbudaya! (Awp)

Penulis: Alvien Wardhana Poernomo

Editor: Rofidah Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *