Mengenal Tokoh dalam Wayang Topeng Malang

Pentas Seni Wayang Topeng Malang di Padepokan Seni Tumpang Malang (Gambar diambil dari web Terakota.id)

DIORAMALANG.COM, 24 JULI 2020 – Wayang Topeng Malang sepertinya sudah sangat sering terdengar. Namun mungkin sebagian dari kamu masih belum mengenal lebih jauh apa sebenarnya Wayang Topeng Malang atau bahkan masih banyak yang belum tahu tentang Wayang Topeng Malang ini.

Seperti yang kita ketahui, wayang merupakan suatu pertunjukan yang diperankan oleh manusia di atas panggung. Dalam sebuah pementasan wayang, terdapat lakon atau orang yang memerankan suatu karakter tertentu. Nah kali ini, Dioramalang akan menyajikan ulasan tentang Wayang Topeng Malang yang sebenarnya dan tokoh-tokoh yang ada di dalamnya.

Sebelum mengenal tokoh dalam wayang topeng Malang, baiknya kamu mengenal dulu sejarah Wayang Topeng Malang ini ya. Sejarah tersebut dijelaskan dalam Terakota.id, bahwa di Jawa Timur ada sebuah seni pertunjukan drama tari yang bermula dari seni pertunjukan pada masa kerajaan Majapahit dan disebut “Wayang Wwang”.

“Wayang” dalam bahasa jawa kuno berarti bayangan atau pertunjukan bayangan, sedangkan “Wwang” artinya manusia. Jadi Wayang Wwang adalah seni pertunjukan wayang yang semua aktor dan aktrisnya berupa boneka dari kulit yang diganti dengan manusia.

Dahulu topeng disebut juga dengan istilah tapel. Tapel atau topeng yaitu benda penutup wajah yang mewakili pribadi seseorang. Jadi topeng ini bertujuan untuk menggambarkan karakter dan sifat, yang penggambarannya tidak terbatas pada figur manusia saja tetapi juga mahluk gaib seperti dewa dan bintang.

Kemudian laporan dari Malangtimes.com, menjelaskan adanya budaya topeng ini muncul pada masa pemerintahan Raja Gajayana sekitar abad ke-8 Masehi yang dimaksudkan sebagai sandiwara atau tontonan hiburan bagi Sang Raja dan rakyatnya.

Kebudayaan wayang topeng ini akhirnya menjadi seni budaya khas Malang bernama Wayang Topeng Malang, suatu seni pertunjukan yang dimainkan oleh manusia tanpa memperlihatkan wajah asli sang pemain.

Ciri khas Wayang Topeng Malang ini nampak pada pahatan karakter wajah seseorang pada kayu yang nampak lebih nyata. Ragam warna yang dimiliki juga lebih beragam dibandingkan dengan topeng dari daerah lainnya. Antara lain merah, putih, kuning, hijau, dan hitam. Adapun arti dari warna tersebut jika diurutkan adalah melambangkan keberanian, kesucian, kesenangan, kedamaian, dan kebijaksanaan.

Cerita Panji dalam Wayang Topeng Malang akhirnya dipilih sebagai ciri khas dari Wayang Topeng Malang, yang mana cerita Panji dalam pertunjukan Wayang Topeng adalah untuk mengisahkan perjalanan atau penggambaran seorang pangeran dari Kerajaan Jenggala (Kahuripan) dan seorang putri dari Kerajaan Kediri (Daha). Kisah ini berakhir dengan cerita keduanya yang ditakdirkan menjadi sepasang suami istri.

Setelah tahu sejarah dan ciri khas Wayang Topeng Malang, lalu bagaimana dengan pertunjukan pada Wayang Topeng Malang? Informasi yang termuat dalam Mediaindonesia.com, menjabarkan bahwa pertunjukan Wayang Topeng Malang biasanya dimulai dengan gending giro, kemudian disusul dengan Tari BeskalanPatih. Barulah masuk pada jalan cerita dalam bagian jejer jenggolo atau sabrang. Jejer menceritakan permasalahan yang dihadapi. Keinginan Prabu Sewandana untuk merebut Dewi Sekartaji dari Kerajaan Jenggala.

Sosok Dewi Sekartaji dalam Wayang Topeng Malang (Gambar diambil dari web Radarjombang.jawapos.com)

Kemudian juga disusul adegan perang gagal. Adegan itu merupakan pertemuan antara prajurit Jawa dan prajurit sabrang. Masuk sejenak rehat dengan adegan Sigeg atau hiburan. Setelah Sigeg, barulah kemudian dilanjut dengan adegan perang. Pada adegan perang tidak ada pembunuhan, bahkan tidak ada yang menang dan kalah.

Tokoh-tokoh dalam Wayang Topeng Malang ini sangat beragam sekali, begitu juga dengan sifat dan karakter yang dimiliki. Dan yang menjadi ciri khas pada Wayang Topeng Malang adalah sosok Panji. Pemaparan Robbi Hidajat dalam jurnal penelitian yang ditulisnya menerangkan bahwa wayang topeng Malang menggunakan repertoar lakon Panji dalam berbagai versi, yaitu memfokuskan pada pengembaraan tokoh Panji yang berasal dari kerajaan di Jawa Timur sekitar abad X-XIII.

Karakteristik tokoh dalam lakon Panji itu diwujudkan dalam bentuk topeng-topeng yang diukir. Karakteristik yang digambarkan adalah tokoh Klana Sewandana, Panji Asmarabangun, Gunungsari, Bapang, Ragel Kuning, Sekartaji dan Prajurit Jawa, dan Sabrang.

Nilai yang dikomunikasikan dari lakon Panji itu adalah estetika simbolis yang membedakan antara “Jawa” yang dianggap sebagai wujud tingkah laku orang Jawa yang halus dan “sabrang”  yang dianggap sebagai wujud tingkah laku orang dari seberang, orang luar Jawa yang selalu mengancam ketentraman kehidupan orang Jawa.

Merujuk pada laporan dari Malangtimes.com dijelaskan bahwa karakterisik dalam penokohan Wayang Topeng Malang adalah sebagai berikut:

1. Panji Asmarabangun

Panji Asmarabangun (Gambar diambil dari web Ngalam.co)

Raden Panji merupakan tokoh protagonis yang mengatur naik turunnya konflik dalam suatu cerita. Warna hijau pada wajah melambangkan bahwa ia seorang yang baik hati. Sifat jujur, sabar, gesit, dan perwira ditunjukkan oleh matanya yang berbentuk bulir padi. Bibirnya yang sedikit terbuka mengartikan bahwa ia lembut dan berbudi luhur. Titik emas diantara alisnya menunjukkan bahwa ia adalah keturunan dewa. Alisnya berbentuk nanggal sepisan, berhidung mancung, dan juga terdapat kumis.

2. Dewi Sekartaji

Dewi Sekartaji (Gambar diambil dari web Ngalam.co)

Alisnya nanggal sepisan, berhidung mancung, dan memiliki titik emas di antara alisnya. Wajahynya berwarna putih menunjukka bahwa ia seorang yang suci, lembut, dan baik hati.

3. Gunung Sari

Gunung Sari (Gambar diambil dari web Ngalam.co)

Gunung Sari merupakan sahabat Raden Panji yang memiliki mata sipit, berkumis panjang. Warna wajahnya sama seperti Dewi Sekartaji yaitu putih, melambangkan seorang yang baik hati dan suci.

4. Dewi Ragil Kuning

Dewi Ragil Kuning (Gambar diambil dari web Ngalam.co)

Dewi Ragil Kuning, merupakan adik dari Raden Panji. Warna wajahnya kuning yang melambangkan kesenangan.

5. Klana Sewandana

Klana Sewandana (Gambar diambil dari web Ngalam.co)

Tokoh antagonis yang menjadi musuh Raden Panji. Mata yang besar atau mata kedhelen, hidungnya berbentuk pagotan, mulutnya berbentuk jambe sinegar setangkep, jambang yang serupa ronce melati, serta jenggotnya yang brewok, dan juga memiliki wajah berwarna merah. Menggambarkan sebagai seorang pemarah dan juga pemberani.

6. Bapang

Tokoh Bapang (Gambar diambil dari web Ngalam.co)

Bapang merupakan sahabat dari Klana Sewandana ini memiliki warna wajah merah, hidung panjang, dan mata yang besar. Menggambarkan bahwa ia memiliki sifat pemarah dan pemberani.

Setelah mengetahui sejarah hingga tokoh-tokoh utama pada wayang topeng Malang, tentu saja akan sedikit menambah wawasan kamu mengenai budaya asli Malang Ker. Jangan lupa untuk selalu lestarikan dan jaga budaya kita ya, karena kalau bukan kita siapa lagi? (Siw)

Penulis: Shofiyatul Izza W

Editor: Rofidah Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *