Dibalik Kecantikan Birunya Sumber Mata Air Jenon

Sumber Jenon, Sumber Mata Air yang Kaya Mitos (Gambar diambil dari Instagram.com/nhfajrina)

DIORAMALANG.COM, 18 MEI 2020 – Selain Sumber Taman, Kabupaten Malang juga punya satu mata air yang sangat cantik. Sumber mata air yang satu ini bernama Sumber Jenon. Letaknya ada di kawasan Gunung Ronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Bila ditempuh menggunakan mobil atau sepeda motor dari Kota Malang, kemungkinan perjalanannya akan menghabiskan waktu selama 30 menit. Meski begitu, kamu tak akan kecewa karena selama perjalanan kamu akan melewati area pedesaan yang masih asri dan menyejukkan.

Pada dasarnya, Sumber Jenon bentuknya menyerupai kolam yang sangat luas dan dasarnya ditutupi dengan batako. Sumber mata air yang berasal dari kaki Gunung Ronggo ini memiliki kedalaman 4 sampai 5 meter. Bagi kamu yang ingin menikmati kesegaran air Sumber Jenon tapi tidak bisa berenang, maka ada baiknya untuk menyewa ban demi keselamatan diri.

Berbeda dengan sumber mata air lain, Sumber Jenon punya air berwarna biru terang yang bisa memanjakan mata. Di sini kamu bisa menemukan batang pohon Jenu yang membujur dari arah Barat hingga ke arah Timur di dalam Sumber Jenon yang cantik.

Bukan hanya itu, dalam Sumber Jenon juga terdapat ikan Sengkaring yang diyakini memiliki umur hingga ratusan tahun. Ikan Sengkaring adalah ikan berwarna hitam dan merah yang jumlahnya tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang meskipun sudah dipancing yakni 37 ekor.

Menariknya, Sumber Jenon punya mitos tentang asal muasal bagaimana sumber mata air ini terbentuk. Menilik informasi dari Merdeka.com, awal mula munculnya sumber mata air ini dimulai dari kisah pasangan suami-isteri bernama Rantung Grati dan Irogat. Kedua sejoli itu hidup pada masa kerajaan Mataram. Setelah terjadi sebuah peperangan, pasangan ini mengungsi ke daerah yang dikenal dengan sebagai Sumber Jenon.

Dalam menyambung hidup, mereka berdua harus bercocok tanam. Hingga pada suatu hari, pada saat musim kemarau tiba, tanaman yang sudah dirawat dengan baik mendadak mati. Air memang susah didapatkan pada saat itu dan simpanan pangan mereka kian hari makin menipis.

Rantung Grati akhirnya memutuskan untuk mencari pengairan yang cukup untuk tanamannya. Ia berpamitan dengan Irogat dan pergi bertapa di atas Gunung Harimau yang letaknya tepat di bawah pohon Jenu. Konon setelah beberapa waktu bertapa, tiba-tiba ada angin kencang yang muncul menumbangkan pohon Jenu. Tak disangka, batang pohon Jenu yang tumbang itu rupanya mengeluarkan air yang sangat deras dan membentuk genangan besar yang kini dikenal sebagai Sumber Jenon.

Selain cerita di atas, warga sekitar Sumber Jenon juga meyakini cerita yang berbeda. Konon sumber mata air ini terbentuk hanya dalam waktu semalaman dan muncul berkat seorang yang diyakini sebagai babad alas Desa Gunung Ronggo bernama Mbah Irogat. Cerita ini diyakini masih berkaitan dengan cerita Banyu Biru di Pasuruan, Rambut Monte di Blitar dan Sumber Air Wendit.

Air yang terdapat di Sumber Jenon dipercaya punya khasiat tersendiri. Bahkan beberapa orang juga percaya bahwa dengan berendam di Sumber Jenon pada hari tertentu seperti 1 Suro atau 1 Muharram, orang tersebut akan mendapatkan kesaktian. Surahmat (68), warga satu-satunya yang berjualan di Sumber Jenon mengungkapkan bahwa di hari tertentu sumber mata air ini bisa memancarkan tiga jenis mata air yang berbeda.

Tiga warna tersebut adalah Hitam yang diyakini sebagai racun dan membawa petaka, Putih seperti susu yang membawa banyak khasiat, dan air tawar yang kini memenuhi kolam. “Metune setitik, hanya sak botol cilik. Wernone putih koyok susu (Keluarnya hanya sedikit, hanya satu botol kecil warnanya putih kayak susu),” ujar Surahmat ketika dikutip dari Detik.com.

Cerita lain tentang kesakralan juga diceritakan oleh Suratman tentang peristiwa yang terjadi lebih dari 10 tahun yang lalu. Dulu terdapat beberapa orang yang mengendarai motor trail dan melintas di sekitar sumber mata air yang belum memiliki pagar batas. Kemudian salah seorang diantaranya tergelincir bersama motornya di sisi timur yang sangat curam, beruntung pengedara tersebut bisa naik semetara motornya berada di pusaran air.

Selama seminggu penuh motor terus masuk dan lampu motor terus menyala, bahkan 100 orang juga dikerahkan untuk menarik motor namun tidak kuat. Kala itu pengunjung Sumber Jenon memang sedang ramai karena bertepatan dengan kedatangan mahasiswa yang sedang KKN.

Dari berbagai sumber mata air yang ada, Sumber Jenon memang jadi salah satu obyek wisata yang punya banyak mitos. Meski begitu, warga sekitar masih memercayai cerita itu dan dijaga turun temurun hingga ke generasi selanjutnya. Nah bagaimana denganmu ker? Apakah kamu percaya?

Penulis: Rofidah Noor

Editor: Alvien Wardhana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.