Tari Bapang, Bintang Seni Budaya Malang

Tari Bapang yang menggunakan topeng salah satu dari tokoh Topeng Malangan (Gambar diambil dari web wikipedia.commons)

DIORAMALANG.COM, 9 MEI 2020 – Halo Ker! Berbicara tentang seni budaya Malang tentu tidak terlepas dari salah satu seni tari yaitu Tari Topeng. Tari Topeng Malangan yang merupakan kesenian asli Malang telah melekat dan menjadi ikon seni budaya Malang. Namun apa kalian tahu jika Tari Topeng memiliki beragam jenis tarian-tarian? Nah salah satu jenis dari Tari Topeng adalah Tari Bapang. Bapang merupakan salah satu tokoh dari topeng Malangan yang memiliki karakter gagah. 

Malang yang terkenal akan seni budayanya, memiliki banyak hal yang menarik untuk dijadikan bahan pengetahuan dan edukasi. Salah satu seni budaya yang menjadi ikon adalah Topeng Malangan. Menurut cerita drama tari yang ada di Malang, dalam Topeng Malangan terdapat banyak tokoh yang salah satunya adalah Bapang yang kini juga terdapat Tari Bapang.

Pada mulanya, pementasan Tari Bapang dan Topeng Malangan menjadi satu. Laporan Eko Widianto kepada Terakota.id, menjelaskan bahwa Ki Soleh Adi Pramono yang juga dalang Wayang Topeng Malang menjelaskan jika drama tari Topeng Malang dibagi menjadi beberapa adegan atau babak. Salah satunya tampilnya Tari Bapang, yang umumnya menjadi penjeda antar adegan. Maka, Tari Bapang menjadi tari tunggal hingga saat ini karena tidak banyak muncul pada drama tari Topeng Malangan. Munculnya Tari Bapang menjadi drama tari tunggal menjadi bentuk keberagaman seni budaya yang ada di Malang.

Tari Bapang merupakan tari-tarian yang dilakukan dengan menggunakan topeng. Topeng yang digunakan adalah salah satu tokoh Topeng Malangan yaitu Bapang. Memiliki ciri berwarna merah, berhidung panjang dan mata yang lebar membuat Tari Bapang berbeda dari tarian topeng lainnya. Gerakan dalam tari ini berdasarkan dua faktor yaitu gerak ketegasan dan gerak irama musik.

Gerak ketegasan merupakan gerakan tarian yang melambangkan kegagahan dari tokoh Bapang dimana tokoh tersebut dikenal sebagai sosok yang gagah. “Bapang menggambarkan tokoh berkarakter gagah. Ditandai gerakan tangan yang lebar, merentang ke kiri dan ke kanan. Angkat salah satu kaki,” kata Budi Utomo, salah satu penari topeng, yang dikutip dari Terakota.id.

Kemudian gerak irama musik merupakan gerak yang sudah dikembangkan sedemikian rupa agar lebih menarik dimana penari harus bisa menyesuaikan gerakan tarian dengan irama musik. Tanda dimulainya Tarian Bapang adalah dengan menghentakkan kaki ke tanah sesuai dengan iringan irama musik, lalu menunjukkan pola gerakan kepala dengan menengok ke kiri dan ke kanan secara terus menerus seiring dengan gerakan tarian.

Selain hentakkan kaki dan pergerakan kepala, Tari Bapang juga memiliki keunikan selama tarian berlangsung yaitu tangan penari akan selalu terbuka lebar sebagai simbol kegagahan tokoh Bapang. Di lain sisi, Tari Bapang juga memiliki keunikan yaitu berperan dalam pembentukan karakter.

Menurut Lollah Dwi Anggraeni dalam penelitiannya yang berjudul “Implementasi Pendidikan Karakter ‘Kearifan Lokal Malang’ pada Ektrakulikuler Tari Topeng Bapang dan Karawitan Jawa di SD Taman Muda 02 Malang”, menjelaskan bahwa terdapat nilai pendidikan karakter “Kearifan Lokal Malang” pada Tari Topeng Bapang diantaranya adalah; nilai religi seperti toleransi, nilai nasionalis seperti penghargaan budaya bangsa, nilai independen seperti kerja keras dan kerjasama, serta nilai integritas seperti tanggung jawab dan komitmen moral.

Selain itu, Tari Bapang juga pernah membuat rekor di Indonesia dengan jumlah penari yang sangat banyak dan serempak dalam melakukan Tari Bapang. Laporan dari JawaPos.com, menjelaskan bahwa penampilan yang menarik ini diganjar dalam rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), pasalnya di Indonesia belum ada rekor seperti ini. Adanya rekor yang tercipta tentu saja menjadi harapan agar Tari Bapang bisa terus dilestarikan.

Melalui keunikan-keunikan Tari Bapang yang sangat menarik, maka perlu upaya-upaya untuk tetap melestarikan seni budaya asli Malang tersebut. Tentu saja, tujuannya adalah untuk menjaga keberagaman seni terutama seni budaya yang menjadi ikon Malang ini. Salah satu upaya dalam melestarikan Tari Bapang adalah dengan menjadikan tarian tersebut masuk ke dalam ajaran non-akademik di kalangan pendidikan.

“Tari Topeng Bapang dikenal dengan karya maestro Mbah Karimun, ini merupakan kesenian warisan yang wajib dikenalkan kepada anak didik untuk melestarikannya,” kata Sanimin Hadi Subagyo, Kepala Sekolah SDN Permanu 3 Malang, ketika dikutip dari Detik.com.

Perlunya pelestarian seni budaya Tari Bapang, dikarenakan tarian tersebut hanya ada di Malang sehingga Malang tidak akan kehilangan seni budaya asli miliknya. Bentuk pelestarian juga tidak hanya mengenal apa itu Tari Bapang tapi juga bisa memperagakan Tari Bapang. Jadi, ayo Ker kita jaga warisan seni budaya milik kita! (Awp)

Penulis: Alvien Wardhana Poernomo

Editor: Rofidah Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *