Loe Min Toe, Kafe Nyentrik Ala Tempoe Doeloe

Kafe Loe Mien Toe (foto: Awang Gilang)

DIORAMALANG.COM, 9 APRIL 2020 – Melihat suasana kafenya saja sudah berhasil membuat kita betah untuk nongkrong disini. Hiasan antik dan motif arsitektur yang apik ditambah dengan varian menu kopi maupun non-kopinya yang sangat nikmat, seketika membuat kita jatuh cinta saat datang ke kafe ini. Ya, kafe Loe Min Toe, kafe ini hanya bisa kamu temukan di kota Malang. Lokasinya berada di Jalan Tata Surya nomor dua, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Kafe ini sendiri sudah berdiri sejak 14 Mei 2014.

Ketika pertama kali berkunjung ke Loe Min Toe, kita akan disambut dengan pemandangan ornamen-ornamen antik nan aesthetic dengan nuansa chinese bercampur dengan kultur jawa yang sangat kental. Coffee Shop yang mengangkat tema kafe rumahan ini sukses meluluhkan hati setiap pengunjung yang datang.

Anita Jeni Permata Sari, selaku pemilik kafe bercerita bahwa sebelum kafe ini berdiri, Loe Min Toe sebelumnya adalah bangunan rumah dari sang ayah. Anita berpikir untuk mendirikan bisnis penginapan pada bangunan rumah sang ayah, namun ia tidak mendapatkan izin dari keluarganya sehingga terciptalah ide untuk membuat kafe.

Lalu Anita ingin mendirikan bisnis kafe dan berkolaborasi bersama temannya, namun seiring berjalannya waktu Anita tidak kunjung mendapatkan kepastian dari temannya hingga akhirnya memilih untuk membangun bisnis kafenya sendiri.

Loe Min Toe berdiri di kawasan komplek perumahan yang jauh dari keramaian kendaraan yang lalu-lalang. Sehingga sangat cocok bagi pengunjung yang ingin mendapatkan suasana ngopi yang unik, asik, dan nyaman. Banyak pengunjung yang mengapresiasi desain interior yang disajikan oleh kafe tersebut.

Dari setiap sudut ruang sampai langit-langitnya pun digantungi dengan lampu dan gantungan koleksi antik. Desain interior yang ada pada kafe Loe Min Toe memang sudah ada sebelum kafe ini berdiri. Barang-barang antik yang ada disana adalah hasil perburuan sang ayah yang merupakan seorang arsitek dan sekaligus pengagum seni.

Ia memang punya hobby mengumpulkan barang-barang antik dan membangun rumahnya dengan suasana tempo dulu. “Bukan karena jadi kafe terus diubah jadi ada seninya, tapi memang dari awal bangunannya sudah memiliki interior seni jadi tidak ada yang diubah” ujar sang pemilik kafe.

Anita memaparkan bahwa ia juga memiliki strategi bisnis untuk mempertahankan kafe Loe Min Toe tersebut agar selalu eksis di mata para pengunjung. Ia menjamin para pengunjung untuk mendapatkan suasana ngopi dengan tenang, tanpa adanya live music maupun suara kendaraan yang lalu-lalang.

Ditambah lagi dengan suara aliran air yang terdapat pada interior kafe dan sungai disampingnya, serta pemandangan barang-barang antik yang dijamin bias bikin pengunjung rileks selagi menikmati menu yang ada.

Untuk varian menu yang ditawarkan di Loe Min Toe tidak banyak karena sang pemilik ingin fokus untuk menjual menu kopinya. Bagi pengunjung yang tidak terlalu suka kopi, kafe ini juga menyediakan menu non-kopi seperti coklat, matcha, taro dan lain-lain.

Harga minuman yang ditawarkan Loe Min Toe tergolong murah, kamu hanya perlu merogoh kocek mulai dari Rp 7 ribu hingga Rp 19 ribu saja. Sedangkan makanannya, berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 19 ribu saja. Cukup murah bukan? Kafe ini memang sangat cocok untuk kalangan pelajar dan mahasiswa. (Rcp)

Penulis: Rizal Cahya Pratama

Editor: Rofidah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *